Kisah Idul dan Warga Lumbudolo Menjaga Hutan Desa dari Karhutla
Sebagai anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Limbudolo, Idul memahami betul kondisi kawasan hutan seluas 156 hektare tersebut.
Sebagai anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Limbudolo, Idul memahami betul kondisi kawasan hutan seluas 156 hektare tersebut.
Berdasarkan catatan sejarah, Desa Labean pernah mengalami salah satu bencana tsunami paling mematikan di Sulawesi Tengah.
Nama DOMO MASAVO, yang berasal dari bahasa Kaili dan berarti “air tidak lagi meluap”, dipilih sebagai simbol harapan agar masyarakat dapat hidup lebih berdampingan dengan alam tanpa terus dihantui banjir.
Melalui forum ini, para peserta sepakat bahwa penguatan kapasitas masyarakat dan aparatur, serta kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor, menjadi kunci dalam membangun ketangguhan bencana dan adaptasi perubahan iklim di lanskap Palu, Sigi, dan Donggala.
Terhadap IUP yang telah ada, pemerintah berencana melakukan penciutan luasan hingga 40 persen. Bahkan, kemungkinan besar tidak akan ada lagi penerbitan IUP baru di Kota Palu, khususnya di sepanjang poros Palu–Banawa.
Di Kelurahan Watusampu Palu dan Loli di Donggala, Sulawesi Tengah, banjir menjadi rutin terjadi meski hujan tak selalu ekstrem. Apakah itu bencana alam atau bencana ekologis?
Ketika 400 bibit mangrove tertancap di garis pantai Desa Pomolulu, yang tumbuh bukan hanya akar pohon—tetapi juga harapan bahwa suara mereka akhirnya didengar
Bagi masyarakat Palu, Donggala, dan Sigi, ancaman bencana bukan sekadar catatan sejarah tahun 2018. Ia masih menempel dalam ingatan dan pola gerak masyarakat hingga hari ini. Dari situ, Pokja Pesisir-DAS terbentuk pada 6 November 2025.
Pendekatan berbasis lanskap lahir dari kesadaran bahwa risiko bencana dan perubahan iklim tidak mengenal batas administratif. Hulu, tengah, dan hilir sebuah Daerah Aliran Sungai (DAS) saling terhubung. Begitu pula wilayah darat dan pesisir.
Program ini menyasar sebanyak 23.597 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Donggala. Setiap keluarga menerima 20 kilogram beras untuk alokasi bulan Juni hingga Juli 2025, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 471.940 kilogram atau 471,94 ton beras.