Serapan Beras Bulog Sulteng Tembus 8.700 Ton hingga Mei 2026, Setara Capaian Sepanjang 2025
Untuk memperkuat serapan, Bulog Sulteng terus memperluas jaringan kemitraan di sejumlah sentra produksi.
Untuk memperkuat serapan, Bulog Sulteng terus memperluas jaringan kemitraan di sejumlah sentra produksi.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, Bulog Sulteng juga menyiapkan cadangan stok di gudang dalam jumlah besar. Dalam kondisi normal, tersedia sekitar 20 hingga 30 truk MinyaKita yang siap didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Bantuan sembako diserahkan langsung kepada pengelola panti asuhan dan disambut hangat oleh anak-anak asuh maupun pengurus panti.
Pihak Bulog menilai El Nino bukanlah hal baru. Fenomena ini bahkan disebut sebagai siklus tahunan yang sudah menjadi bagian dari tantangan operasional.
Untuk mempercepat capaian itu, Bulog menerapkan sejumlah strategi lapangan yang lebih agresif dan adaptif.
Dia berharap akselerasi penyerapan gabah maupun beras dapat terdongkrak dengan kehadiran tim dari pusat, memicu semangat dengan mengoptimalkan pengadaan pada mitra penggilingan di Sulteng – menyisir semua potensi yang ada.
Meski Sulteng punya tradisi penjualan skema beras, Jusri menuturkan, secara umum, hampir seluruh wilayah di Sulawesi Tengah tetap memiliki potensi penyerapan gabah. Donggala dan Parigi Moutong diperkirakan menjadi daerah yang lebih dulu memasukkan stok.
Dengan kondisi stok yang dinilai aman serta penguatan infrastruktur yang terus dilakukan, Bulog optimistis stabilitas pasokan pangan di Sulawesi Tengah dapat tetap terjaga sepanjang tahun.
Dengan kondisi tersebut, BULOG memastikan bahwa ketersediaan beras dan minyak goreng untuk masyarakat dalam kondisi aman dan terjamin hingga akhir tahun.
Ia menegaskan, Bulog bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak memicu gejolak harga di tingkat konsumen.