BULOG Serap 4,1 Juta Ton Beras, Sulteng Lampaui Target 113 Persen
Realisasi ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BULOG sekaligus melampaui target sebelum akhir tahun.
Realisasi ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BULOG sekaligus melampaui target sebelum akhir tahun.
Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah dengan tingkat realisasi penyaluran yang cukup tinggi.
Kenaikan suhu, hari tanpa hujan (HTH) yang semakin panjang, kekeringan, hingga meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat semakin rentan.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan kolaborasi TNI dan Bulog dalam mendukung ketahanan pangan di daerah, dengan menghadirkan bahan pokok yang dapat diakses masyarakat selama pelaksanaan bazar.
Sebagian anggota kelompok tani memilih menjual lahan, mencari kebun baru atau mengalihkan uang hasil penjualan untuk usaha lain.
Melalui kolaborasi antara petani, penggilingan, Bulog, dan pemerintah, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan sekaligus mendukung keberlanjutan produksi dan program swasembada pangan.
Selain membantu menyediakan pupuk untuk kebun, pemanfaatan bahan organik menjadi kompos juga dapat mengurangi sampah sekaligus mendukung produksi pangan keluarga.
Amran mengatakan bantuan pangan yang disalurkan merupakan alokasi untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Dari pasar di berbagai daerah, jajaran Bulog memantau harga, ketersediaan komoditas, distribusi serta pelaksanaan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Adapun untuk alokasi di Kecamatan Tinombo, Banpang yang disalurkan sebanyak 156 ton untuk 5.206 penerima bantuan pangan (PBP), sedangkan secara keseluruhan di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 2.095 ton untuk 69.832 PBP.