Pertemuan Emosional Penyintas dan AirAsia yang Bantu Pemulihan Pascagempa Palu
Warga pun dengan bangga memperlihatkan permukiman mereka yang pada 2021 lalu meraih penghargaan internasional dalam ajang World Habitat Awards.
Warga pun dengan bangga memperlihatkan permukiman mereka yang pada 2021 lalu meraih penghargaan internasional dalam ajang World Habitat Awards.
Di desa terpencil di Kepulauan Togean itu, sekelompok ibu rumah tangga meracik perubahan melalui kosmetik alami berbasis sumber daya lokal.
Program ini bertumpu pada tiga fokus utama: pendidikan, lingkungan, dan sosial. Pada sektor pendidikan, Ranjuri dan Himapro mendorong terwujudnya sistem pembelajaran yang inklusif, merata, dan berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi, gender, maupun letak geografis.
Dan di Taman Vatulemo, komunitas literasi mencoba mengisi kekosongan itu dengan menggelar buku di atas tikar dan meja sederhana. Di sana warga menemukan kegembiraan membaca.
Pakar konservasi dan aktivis lingkungan menegaskan bahwa model konservasi konvensional yang diterapkan pemerintah telah gagal menjawab tantangan kerusakan ekosistem laut Indonesia. Mereka menilai keterlibatan masyarakat adat dan komunitas lokal kini menjadi solusi utama dalam menjaga kelestarian alam.
Katanya, saling berbagi cerita dapat membuat masalah yang tadinya kusut bisa jadi lebih terstruktur, perasaan lebih lega dan napas lebih longgar. Dan di momen Temu Wicara Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu berkelanjutan di Desa Pulu, semangat itu muncul.
Sejumlah kemasan makanan dan minuman bertuliskan huruf asing yang diduga berasal dari China ikut terkumpul. Di antaranya botol minuman susu kalsium, plastik kemasan air mineral, hingga bungkus makanan instan.
Sungai dan pegunungan yang rapuh menjadi bagian dari lanskap Dolo Selatan. Bencana yang kerap terjadi memunculkan satu kesadaran bersama di tengah warga; banjir adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapsiagaan.
Di Kelurahan Lere, oprit itu masih berdiri. Ia tak lagi berfungsi, tapi justru karena itulah keberadaannya kini berada di persimpangan nasib; dipertahankan atau dibongkar.
Air bah yang menembus dinding rumah, jalan desa yang lenyap tersapu longsor, dan bangunan yang hancur dihantam banjir deras adalah kenyataan baru bagi warga di berbagai pelosok. Ribuan keluarga hidup dengan kecemasan yang sama: bagaimana jika suatu hari tanah yang selama ini menopang hidup mereka tidak lagi ada?