Perkuat Suara Masyarakat Adat, AJMAN Sulteng Resmi Dibentuk
Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN) Provinsi Sulawesi Tengah resmi terbentuk melalui Pertemuan Daerah (Perda) I yang diselenggarakan di Kota Palu, Kamis (23/04/2026).
Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN) Provinsi Sulawesi Tengah resmi terbentuk melalui Pertemuan Daerah (Perda) I yang diselenggarakan di Kota Palu, Kamis (23/04/2026).
Pendanaan ini akan mempercepat krisis iklim, kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, serta memperburuk penderitaan hewan dan masyarakat adat. Aksi dilakukan dengan menampilkan instalasi hewan ternak yang terdampak.
Menjelang Hari Nelayan Nasional 6 April 2026, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menggelar peringatan dengan tema perjuangan nelayan tradisional terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan.
Perempuan dan anak perempuan menanggung beban terbesar dari krisis air global, namun tetap tersisih dari pengambilan keputusan di sektor ini.
Warga pun dengan bangga memperlihatkan permukiman mereka yang pada 2021 lalu meraih penghargaan internasional dalam ajang World Habitat Awards.
Di desa terpencil di Kepulauan Togean itu, sekelompok ibu rumah tangga meracik perubahan melalui kosmetik alami berbasis sumber daya lokal.
Program ini bertumpu pada tiga fokus utama: pendidikan, lingkungan, dan sosial. Pada sektor pendidikan, Ranjuri dan Himapro mendorong terwujudnya sistem pembelajaran yang inklusif, merata, dan berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi, gender, maupun letak geografis.
Dan di Taman Vatulemo, komunitas literasi mencoba mengisi kekosongan itu dengan menggelar buku di atas tikar dan meja sederhana. Di sana warga menemukan kegembiraan membaca.
Pakar konservasi dan aktivis lingkungan menegaskan bahwa model konservasi konvensional yang diterapkan pemerintah telah gagal menjawab tantangan kerusakan ekosistem laut Indonesia. Mereka menilai keterlibatan masyarakat adat dan komunitas lokal kini menjadi solusi utama dalam menjaga kelestarian alam.
Katanya, saling berbagi cerita dapat membuat masalah yang tadinya kusut bisa jadi lebih terstruktur, perasaan lebih lega dan napas lebih longgar. Dan di momen Temu Wicara Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu berkelanjutan di Desa Pulu, semangat itu muncul.