Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, Jusri. (Foto: Heri/rindang.ID)

Petani Sulteng Ikut Dongkrak Rekor Serapan Beras Nasional 3 Juta Ton

PALU, rindang.ID | Upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional turut ditopang oleh capaian serapan gabah dan beras petani di Sulawesi Tengah. Hingga awal Juni 2026, Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah telah menyerap lebih dari 8.700 ton gabah dan beras petani dalam bentuk setara beras.

Angka tersebut menjadi capaian penting karena telah menyamai total serapan Bulog Sulteng sepanjang tahun 2025. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya efektivitas program pengadaan gabah dan beras yang dijalankan pemerintah di tingkat daerah.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, Jusri, mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

“Realisasi serapan sebesar 8.700-an ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Sulteng menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Menurut Jusri, keberhasilan serapan tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari petani, kelompok tani, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, penggilingan padi hingga aparat TNI dan Polri yang ikut mendampingi proses penyerapan selama musim panen berlangsung.

Di sejumlah sentra produksi padi Sulawesi Tengah seperti Kabupaten Parigi Moutong, Sigi, Poso, Banggai dan Tojo Una-Una, musim panen yang berlangsung sejak awal tahun menjadi momentum penting bagi Bulog untuk mengoptimalkan pengadaan gabah dari petani lokal.

Kebijakan pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dinilai memberi kepastian pasar bagi petani. Dengan adanya jaminan harga tersebut, hasil panen petani dapat terserap dengan lebih baik dan mengurangi risiko anjloknya harga saat panen raya.

Capaian Sulawesi Tengah juga menjadi bagian dari keberhasilan nasional. Secara nasional, hingga 3 Juni 2026, Bulog telah menyerap 3.008.626 ton gabah dan beras petani setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan tahun 2026 sebesar 4 juta ton.

Jumlah tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi dalam sejarah pengadaan pangan nasional. Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, Bulog berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, stabilitas harga pangan, dan penguatan cadangan pangan pemerintah.

Keberhasilan serapan tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan stok Cadangan Beras Pemerintah yang kini telah melampaui 5 juta ton. Stok tersebut menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga beras, mendukung program bantuan pangan, serta mengantisipasi kebutuhan saat terjadi bencana maupun gejolak pasar.

Bagi Sulawesi Tengah yang masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ancaman perubahan iklim hingga risiko bencana alam, penguatan cadangan pangan menjadi aspek strategis untuk menjamin ketersediaan pangan masyarakat.

Bulog optimistis target pengadaan nasional sebesar 4 juta ton setara beras dapat tercapai sebelum akhir tahun. Dengan masih berlangsungnya panen di berbagai daerah, termasuk sejumlah sentra pertanian di Sulawesi Tengah, penyerapan hasil panen petani akan terus dioptimalkan.

“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” kata Jusri.

Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan peran Sulawesi Tengah dalam rantai ketahanan pangan nasional, di mana hasil panen petani lokal tidak hanya menopang kebutuhan daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan cadangan pangan Indonesia secara keseluruhan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top