Desa Labean Berkaca dari Sejarah Bencana, Mangrove Diperkuat Jadi Benteng Alami Pesisir
Berdasarkan catatan sejarah, Desa Labean pernah mengalami salah satu bencana tsunami paling mematikan di Sulawesi Tengah.
Berdasarkan catatan sejarah, Desa Labean pernah mengalami salah satu bencana tsunami paling mematikan di Sulawesi Tengah.
Berdasarkan analisis Fire Danger Rating System (FDRS) Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, sejumlah kabupaten dan kota diprediksi berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi terjadinya karhutla selama periode tujuh hari ke depan.
Berdasarkan parameter Fine Fuel Moisture Code (FFMC), sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah diperkirakan mengalami peningkatan tingkat kemudahan terbakar dari kategori mudah menjadi sangat mudah terbakar.
Data tersebut menempatkan Sulawesi Tengah sebagai salah satu provinsi dengan tingkat risiko bencana tertinggi di Indonesia.
Nama DOMO MASAVO, yang berasal dari bahasa Kaili dan berarti “air tidak lagi meluap”, dipilih sebagai simbol harapan agar masyarakat dapat hidup lebih berdampingan dengan alam tanpa terus dihantui banjir.
Di Desa Beka, konsep tersebut telah dipraktikkan masyarakat jauh sebelum istilah mitigasi berbasis lanskap dikenal luas. Hutan Ranjuri dipertahankan sebagai kawasan penyangga alami yang menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar desa.
Berbeda dengan penyaluran sebelumnya, bantuan yang akan disalurkan diperkirakan hanya berupa beras, sementara minyak goreng Minyakita belum masuk dalam rencana distribusi.
Bahkan, angka tersebut telah melampaui total penyaluran pada tahun lalu yang berkisar 400–500 ton.
Sebelumnya, masyarakat dan sejumlah mitra penyalur sempat mengeluhkan sulitnya memperoleh Minyakita akibat stok yang menipis.
Ini tentang bagaimana sebuah kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru membawa konsekuensi ekologis yang masih dirasakan hingga hari ini.