Saat Polresta Palu Jaga Pesisir dengan Aksi 1.000 Mangrove
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 sekaligus upaya mendukung pelestarian ekosistem pesisir di Teluk Palu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 sekaligus upaya mendukung pelestarian ekosistem pesisir di Teluk Palu.
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga petani kakao sekaligus meningkatkan perlindungan anak di wilayah pedesaan.
Selain menyalurkan bantuan pangan, Bulog Sulawesi Tengah juga memastikan stok beras pemerintah dalam kondisi aman untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman dasar mengenai gas rumah kaca, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam sistem pengelolaan emisi modern.
Selama ini perhatian publik banyak tertuju pada Sesar Palu-Koro, padahal gempa terbaru menunjukkan sesar lain seperti Sausu juga mampu menghasilkan guncangan kuat yang dirasakan hingga Palu dan Sigi.
Hamparan mangrove di pesisir Layana, Kota Palu, terus tumbuh di tengah berbagai tantangan. Di satu sisi, kawasan ini dinilai memiliki peran penting sebagai pelindung pesisir sekaligus habitat berbagai biota laut. Namun di sisi lain, status hukumnya hingga kini belum memberikan perlindungan khusus bagi ekosistem tersebut.
Dalam setahun, jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Palu mencapai sekitar 71.167,52 ton. Angka tersebut menunjukkan tingginya tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pengangkutan hingga pemrosesan akhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Sang Pencipta agar menurunkan hujan dan memberikan keberkahan bagi kehidupan masyarakat.
Capaian Sulawesi Tengah juga menjadi bagian dari keberhasilan nasional. Secara nasional, hingga 3 Juni 2026, Bulog telah menyerap 3.008.626 ton gabah dan beras petani setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan tahun 2026 sebesar 4 juta ton.
Bagi masyarakat adat To Kulawi, ruang hidup seperti ini dikenal sebagai pampa. Di dalamnya tersimpan pengetahuan turun-temurun, sumber pangan keluarga, hingga sistem ekonomi yang diwariskan dari generasi ke generasi, terutama melalui perempuan.