Belajar dari Bencana Pasigala 2018, Mengapa Literasi Kebencanaan Penting?
Menurut Neni, masyarakat perlu bergerak dari sekadar mengetahui bahwa wilayahnya rawan bencana menuju pemahaman yang lebih mendalam mengenai risiko yang dihadapi.
Menurut Neni, masyarakat perlu bergerak dari sekadar mengetahui bahwa wilayahnya rawan bencana menuju pemahaman yang lebih mendalam mengenai risiko yang dihadapi.
Kompos yang dihasilkan dari tahap pertama rencananya akan diaplikasikan langsung pada tanaman di lahan percontohan atau demonstration plot (demplot) Hutan Ranjuri.
Bencana 28 September 2018 bagi Intan merupakan pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap keselamatan dan kesiapsiagaan.
Untuk membantu petani beradaptasi, Karsa Institute bersama SNV melalui Program SOLUSI melatih calon master trainer budidaya agroforestri kakao-durian berketahanan iklim.
Kenaikan suhu, hari tanpa hujan (HTH) yang semakin panjang, kekeringan, hingga meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat semakin rentan.
Kegiatan ini digelar untuk merespons sejumlah tantangan yang dihadapi perkebunan rakyat di Donggala dan Sulawesi Tengah, mulai dari variabilitas dan perubahan iklim, bencana hidrometeorologi, penuaan tanaman, hingga masih terbatasnya penerapan praktik budidaya yang baik.
Kemarau tahun ini membuat siklus panen berubah. Velin menceritakan, tanaman kopi yang biasanya dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun, tahun ini baru menghasilkan satu kali panen.
Lonjakan partikulat tersebut menjadi perhatian karena PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Warga bukan sekadar mendata nama sungai. Mereka mulai memetakan dari mana ancaman datang, bagian sungai mana yang perlu diawasi, tanda perubahan apa yang harus diperhatikan, dan ke mana informasi harus disampaikan ketika kondisi memburuk.
Selain membantu menyediakan pupuk untuk kebun, pemanfaatan bahan organik menjadi kompos juga dapat mengurangi sampah sekaligus mendukung produksi pangan keluarga.