Kualitas Udara Palu Capai Rekor Terburuk, Ada Jejak Debu, Karhutla, hingga Tambang
Lonjakan paling signifikan terjadi pada Rabu (2/9). PM1 mencapai 104 µg/m³, PM2.5 110 µg/m³, dan PM10 106 µg/m³. PM2.5 dan PM10 sama-sama masuk kategori tidak sehat.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada Rabu (2/9). PM1 mencapai 104 µg/m³, PM2.5 110 µg/m³, dan PM10 106 µg/m³. PM2.5 dan PM10 sama-sama masuk kategori tidak sehat.
Konsentrasi partikulat halus PM2.5 di udara Kota Palu terpantau berada pada kategori tidak sehat dalam dua hari berturut-turut, 13–14 Agustus 2026.
Pengukuran kualitas udara yang dilakukan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri pada Sabtu (11/10/2025) mencatat, kadar PM10 sebesar 65 µg/m³ atau dalam kategori “Sedang”, sedangkan nilai PM2.5 tercatat mencapai 67 µg/m³ atau masuk kategori “Tidak Sehat”.
Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang sudah dirasakan masyarakat Kota Palu saat ini. Peningkatan suhu udara, fluktuasi curah hujan ekstrem, dan tekanan terhadap kualitas lingkungan menciptakan risiko kesehatan yang semakin nyata, terutama bagi masyarakat di pemukiman padat dan kawasan industri.
PALU, rindang.ID | Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Palu tahun 2024 mengalami penurunan dibanding tahun 2023. IKLH yang dirilis
JAKARTA, rindang.ID | Sektor transportasi merupakan salah satu kontributor utama polusi udara di Indonesia akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas rendah. Untuk memperbaiki kualitas udara, pemerintah perlu melakukan pengetatan kualitas BBM yang dijual di wilayah Indonesia.
JAKARTA, rindang.ID | Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merilis, per 5 September 2024 berdasarkan parameter indeks kualitas udara, Kota
KOTA PALU, RINDANG | Semburan gas berbahaya, sulfur diogsida atau SO2 dari erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara telah mencemari