Sulteng dalam Kaleidoskop Cuaca-Iklim 2025: Panas Membakar Palu, Hujan Tak Beranjak dari Gimpu
Ini juga menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi wacana global yang jauh, melainkan realitas yang hadir di halaman rumah kita.
Ini juga menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi wacana global yang jauh, melainkan realitas yang hadir di halaman rumah kita.
Inilah benang merah yang menghubungkan Sumatra dan Sulawesi Tengah. Bukan semata soal siklon, tetapi tentang pola bencana di era perubahan iklim: anomali cuaca yang semakin sering bertemu lanskap yang rapuh akibat eksploitasi.
Dan di tengah sajian pisang rebus dan kopi, percakapan tentang bencana, hutan, dan masa depan lanskap Sulawesi Tengah mengalir dengan hangat namun penuh kegelisahan.
Bagi masyarakat Palu, Donggala, dan Sigi, ancaman bencana bukan sekadar catatan sejarah tahun 2018. Ia masih menempel dalam ingatan dan pola gerak masyarakat hingga hari ini. Dari situ, Pokja Pesisir-DAS terbentuk pada 6 November 2025.
Hingga tahun 2023 tercatat terdapat empat daerah di Sulawesi Tengah yang pernah mengalami rekor kenaikan suhu. Perubahan iklim yang menuju krisis, nyata.
Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang sudah dirasakan masyarakat Kota Palu saat ini. Peningkatan suhu udara, fluktuasi curah hujan ekstrem, dan tekanan terhadap kualitas lingkungan menciptakan risiko kesehatan yang semakin nyata, terutama bagi masyarakat di pemukiman padat dan kawasan industri.
Hanya butuh hujan lima jam untuk Kota Palu didatangi banjir sporadis yang membawa lumpur juga batu yang merusak. Di balik itu, ada pesan keras dari alam; bukit dan gunung tempat air hujan seharusnya tertahan, kini telanjang dan rusak.
Dalam beberapa tahun terakhir, Paus Fransiskus menjadi salah satu tokoh agama dunia yang paling vokal menyuarakan pentingnya perlindungan lingkungan hidup. Melalui berbagai dokumen resmi dan pidato, Paus mengajak umat manusia untuk menyadari bahwa krisis ekologi bukan hanya isu teknis, melainkan juga persoalan moral dan spiritual.
Konversi ini berdampak serius pada ekosistem pesisir, mengurangi luas hutan mangrove hingga hampir separuhnya di beberapa desa, termasuk Padengo.
SEOUL, rindang.ID | Ribuan penggemar K-pop global mendesak HYBE, agensi di balik bintang K-pop global BTS untuk mengubah industri K-pop