Program Adaptasi Perubahan Iklim Diluncurkan di Sigi, Sasar 1.500 Warga di Enam Desa
Program ini menjadi langkah kolaboratif untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim, terutama bagi kelompok rentan dan komunitas petani.
Program ini menjadi langkah kolaboratif untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim, terutama bagi kelompok rentan dan komunitas petani.
Pendanaan ini akan mempercepat krisis iklim, kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, serta memperburuk penderitaan hewan dan masyarakat adat. Aksi dilakukan dengan menampilkan instalasi hewan ternak yang terdampak.
Ini juga menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi wacana global yang jauh, melainkan realitas yang hadir di halaman rumah kita.
Air bah yang menembus dinding rumah, jalan desa yang lenyap tersapu longsor, dan bangunan yang hancur dihantam banjir deras adalah kenyataan baru bagi warga di berbagai pelosok. Ribuan keluarga hidup dengan kecemasan yang sama: bagaimana jika suatu hari tanah yang selama ini menopang hidup mereka tidak lagi ada?
Suara angklung bergema lembut di antara gedung-gedung tinggi ibu kota. Di Purwacaraka Music Studio, lebih dari seribu orang berkumpul—anak-anak, orang tua, pembuat kebijakan, aktivis. Mereka datang untuk satu hal: mendengar suara yang selama ini terlalu sering diabaikan.
Hingga tahun 2023 tercatat terdapat empat daerah di Sulawesi Tengah yang pernah mengalami rekor kenaikan suhu. Perubahan iklim yang menuju krisis, nyata.
Aliansi Rakyat untuk Keadilan Iklim (ARUKI) akan menggelar Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) pada 26-28 Agustus 2025 di Jakarta dengan menghadirkan 500-1000 peserta dari berbagai kalangan masyarakat rentan.
PALU, rindang.ID | Ibu memiliki peran besar dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Pemahaman mereka tentang isu iklim dapat secara langsung
rindang.ID | Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), volume sampah di Indonesia sepanjang tahun 2023 mencapai 69,9 juta
PALU – JAKARTA, rindang.ID | Konferensi Nasional Mineral Kritis Indonesia (KNMKI) yang berlangsung pada 9-10 Oktober di Kota Palu menghasilkan