Sudah 5.342 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Sulteng
Jika dilihat berdasarkan waktu, data memperlihatkan pola dua puncak kekeringan atau dual-peak.
Jika dilihat berdasarkan waktu, data memperlihatkan pola dua puncak kekeringan atau dual-peak.
Data tersebut menunjukkan bahwa upaya penanganan karhutla di Sulawesi Tengah tidak dapat menggunakan pendekatan yang sama untuk seluruh daerah.
Dengan meningkatnya suhu dan berlangsungnya musim kemarau, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda gangguan akibat panas sejak dini.
Surat edaran tersebut ditetapkan di Jakarta pada 10 Agustus 2026 dan ditujukan kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota di Indonesia sebagai langkah antisipasi meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dan, Sulteng tidak harus menunggu angka karhutla 10.844 hektare kembali terulang untuk menyebut situasi ini darurat.
Tren peningkatan suhu akibat perubahan iklim dan fenomena El Niño membuat para ahli mendesak pemerintah memperkuat sistem peringatan dini, edukasi kesehatan, serta kebijakan adaptasi untuk melindungi masyarakat dari risiko heat stress dan heatstroke.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau Indonesia terjadi pada Juli-September 2026 dengan distribusi geografis yang berbeda di setiap bulan.
Fenomena El Niño bukan tombol on/off yang jika ditekan langsung mematikan hujan. Dampaknya berlangsung bertahap dan hujan ekstrem pada fase awal justru menjadi bagian dari masa transisi
Risiko kekeringan meteorologis diperkirakan mulai meningkat sejak Juni 2026 dan dapat berlangsung hingga akhir tahun.
Pihak Bulog menilai El Nino bukanlah hal baru. Fenomena ini bahkan disebut sebagai siklus tahunan yang sudah menjadi bagian dari tantangan operasional.