PALU, rindang.ID | Fenomena El Nino yang kerap dikaitkan dengan ancaman kekeringan disebut tidak akan berdampak signifikan terhadap serapan beras maupun stok pangan di Sulawesi Tengah.
Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Tengah menyatakan kondisi ketahanan pangan tetap dalam kategori aman.
Pihak Bulog menilai El Nino bukanlah hal baru. Fenomena ini bahkan disebut sebagai siklus tahunan yang sudah menjadi bagian dari tantangan operasional. Dengan pengalaman yang dimiliki, Bulog mengaku telah terbiasa mengantisipasi berbagai potensi dampak yang muncul.
“Informasi terkait El Nino hampir setiap tahun disampaikan, sehingga kami sudah memiliki pola penanganan yang matang,” kata Pimwil Bulog Sulteng, Jusri.
Salah satu faktor utama yang memperkuat optimisme tersebut adalah tingginya stok beras nasional.
Saat ini, cadangan beras nasional berada pada kisaran 4,2 hingga 4,8 juta ton, meningkat signifikan dibandingkan periode 2023–2024 yang hanya berkisar antara 1,2 hingga 2,2 juta ton. Dengan kondisi ini, Bulog memastikan kesiapan menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Di tingkat daerah, Bulog Sulawesi Tengah juga menerapkan strategi percepatan penyerapan hasil panen. Target penyerapan sebesar 11.300 ton yang semula direncanakan untuk satu tahun, kini dikejar agar dapat terpenuhi lebih awal, yakni pada Juni atau Juli.
Langkah ini dilakukan untuk mengamankan stok sebelum potensi dampak El Nino semakin terasa.
Selain itu, Bulog mulai mengalihkan pola penyerapan dari beras ke gabah. Kebijakan ini dinilai mampu memangkas rantai distribusi sekaligus meningkatkan pengawasan kualitas hasil panen petani.
Momentum panen raya yang diperkirakan berlangsung pada akhir April hingga awal Mei juga dimanfaatkan secara maksimal. Penyerapan dalam jumlah besar pada periode ini diharapkan mampu memperkuat cadangan sebelum kemungkinan gangguan musim tanam akibat kekeringan.
Upaya di lapangan turut diperkuat melalui optimalisasi jaringan mitra. Tim Bulog aktif turun langsung ke sejumlah wilayah seperti Parigi, Toli-Toli, hingga Buol untuk menjalin koordinasi dengan mitra penggilingan dan pemasok. Penambahan mitra juga dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk wilayah Pantai Barat Donggala dan Morowali.
Meski pemerintah mengingatkan potensi dampak El Nino, terutama terkait ketersediaan air, Bulog menegaskan bahwa komoditas beras tetap dalam kondisi sangat aman. Sementara itu, untuk komoditas lain seperti jagung, potensi kendala diakui ada, namun target serapan tetap diyakini dapat tercapai melalui koordinasi lintas pihak.
Dengan kombinasi stok nasional yang kuat dan strategi penyerapan yang agresif di daerah, Bulog Sulawesi Tengah optimistis mampu menjaga stabilitas pangan. Masyarakat pun diimbau untuk tidak khawatir berlebihan, karena ketersediaan beras dipastikan tetap terjaga meskipun menghadapi fenomena El Nino.



