BULOG Serap 4,1 Juta Ton Beras, Sulteng Lampaui Target 113 Persen
Realisasi ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BULOG sekaligus melampaui target sebelum akhir tahun.
Realisasi ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BULOG sekaligus melampaui target sebelum akhir tahun.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan kolaborasi TNI dan Bulog dalam mendukung ketahanan pangan di daerah, dengan menghadirkan bahan pokok yang dapat diakses masyarakat selama pelaksanaan bazar.
Melalui kolaborasi antara petani, penggilingan, Bulog, dan pemerintah, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan sekaligus mendukung keberlanjutan produksi dan program swasembada pangan.
Dari pasar di berbagai daerah, jajaran Bulog memantau harga, ketersediaan komoditas, distribusi serta pelaksanaan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Jika dikonversi dalam tonase, serapan tersebut mencapai 11.400,68 ton setara beras.
Sementara itu, stok yang berada dalam pengelolaan dan distribusi langsung Kanwil Bulog Sulteng mencapai 9.365 ton dan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.
Untuk memastikan distribusi berjalan optimal, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani bersama jajaran melakukan inspeksi ke salah satu retail modern di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Berbeda dengan penyaluran sebelumnya, bantuan yang akan disalurkan diperkirakan hanya berupa beras, sementara minyak goreng Minyakita belum masuk dalam rencana distribusi.
Bulog menilai penjualan gabah memberikan sejumlah keuntungan bagi petani. Salah satunya adalah penghematan biaya pengolahan.
Jumlah itu merupakan serapan sejak Januari hingga 24 Juni 2026 dan ditargetkan terus bertambah bahkan dapat melebihi target.