Bulog Sulteng Lampaui Target Serapan Gabah dan Beras, Tetap Genjot Pembelian Petani
Jika dikonversi dalam tonase, serapan tersebut mencapai 11.400,68 ton setara beras.
Jika dikonversi dalam tonase, serapan tersebut mencapai 11.400,68 ton setara beras.
Sementara itu, stok yang berada dalam pengelolaan dan distribusi langsung Kanwil Bulog Sulteng mencapai 9.365 ton dan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.
Untuk memastikan distribusi berjalan optimal, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani bersama jajaran melakukan inspeksi ke salah satu retail modern di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Berbeda dengan penyaluran sebelumnya, bantuan yang akan disalurkan diperkirakan hanya berupa beras, sementara minyak goreng Minyakita belum masuk dalam rencana distribusi.
Bulog menilai penjualan gabah memberikan sejumlah keuntungan bagi petani. Salah satunya adalah penghematan biaya pengolahan.
Jumlah itu merupakan serapan sejak Januari hingga 24 Juni 2026 dan ditargetkan terus bertambah bahkan dapat melebihi target.
Capaian Sulawesi Tengah juga menjadi bagian dari keberhasilan nasional. Secara nasional, hingga 3 Juni 2026, Bulog telah menyerap 3.008.626 ton gabah dan beras petani setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan tahun 2026 sebesar 4 juta ton.
Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil signifikan setelah capaian pengadaan beras hingga Mei 2026 telah menyamai total serapan sepanjang tahun lalu.
Untuk memperkuat serapan, Bulog Sulteng terus memperluas jaringan kemitraan di sejumlah sentra produksi.
Pihak Bulog menilai El Nino bukanlah hal baru. Fenomena ini bahkan disebut sebagai siklus tahunan yang sudah menjadi bagian dari tantangan operasional.