Hingga Juni 2026, 10.349 ton Gabah – Beras Petani Lokal Terserap Bulog Sulteng
Jumlah itu merupakan serapan sejak Januari hingga 24 Juni 2026 dan ditargetkan terus bertambah bahkan dapat melebihi target.
Jumlah itu merupakan serapan sejak Januari hingga 24 Juni 2026 dan ditargetkan terus bertambah bahkan dapat melebihi target.
Capaian Sulawesi Tengah juga menjadi bagian dari keberhasilan nasional. Secara nasional, hingga 3 Juni 2026, Bulog telah menyerap 3.008.626 ton gabah dan beras petani setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan tahun 2026 sebesar 4 juta ton.
Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil signifikan setelah capaian pengadaan beras hingga Mei 2026 telah menyamai total serapan sepanjang tahun lalu.
Untuk memperkuat serapan, Bulog Sulteng terus memperluas jaringan kemitraan di sejumlah sentra produksi.
Pihak Bulog menilai El Nino bukanlah hal baru. Fenomena ini bahkan disebut sebagai siklus tahunan yang sudah menjadi bagian dari tantangan operasional.
Dia berharap akselerasi penyerapan gabah maupun beras dapat terdongkrak dengan kehadiran tim dari pusat, memicu semangat dengan mengoptimalkan pengadaan pada mitra penggilingan di Sulteng – menyisir semua potensi yang ada.
Meski Sulteng punya tradisi penjualan skema beras, Jusri menuturkan, secara umum, hampir seluruh wilayah di Sulawesi Tengah tetap memiliki potensi penyerapan gabah. Donggala dan Parigi Moutong diperkirakan menjadi daerah yang lebih dulu memasukkan stok.
Dengan kondisi tersebut, BULOG memastikan bahwa ketersediaan beras dan minyak goreng untuk masyarakat dalam kondisi aman dan terjamin hingga akhir tahun.
Ia menegaskan, Bulog bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak memicu gejolak harga di tingkat konsumen.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Bulog Sulteng juga telah melakukan penyerapan beras di beberapa wilayah, meski volumenya masih terbatas.