BULOG Serap 4,1 Juta Ton Beras, Sulteng Lampaui Target 113 Persen
Realisasi ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BULOG sekaligus melampaui target sebelum akhir tahun.
Realisasi ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BULOG sekaligus melampaui target sebelum akhir tahun.
Kegiatan ini digelar untuk merespons sejumlah tantangan yang dihadapi perkebunan rakyat di Donggala dan Sulawesi Tengah, mulai dari variabilitas dan perubahan iklim, bencana hidrometeorologi, penuaan tanaman, hingga masih terbatasnya penerapan praktik budidaya yang baik.
Kemarau tahun ini membuat siklus panen berubah. Velin menceritakan, tanaman kopi yang biasanya dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun, tahun ini baru menghasilkan satu kali panen.
Dari sawah yang ada pada 2018, sekitar 3.007 hektare masih bertahan, sementara 1.275 hektare berubah menjadi tutupan lahan lain. Pada saat yang sama, terdapat 411 hektare lahan dari kelas lain yang berubah menjadi sawah baru.
Garis air Danau Poso kini berjarak sekitar 200 meter dari sawahnya. Dalam kondisi normal, air danau berada jauh lebih dekat, bahkan pada kondisi tertentu dapat sedikit menggenangi sawah di sekitarnya.
Jika dikonversi dalam tonase, serapan tersebut mencapai 11.400,68 ton setara beras.
Bulog menilai penjualan gabah memberikan sejumlah keuntungan bagi petani. Salah satunya adalah penghematan biaya pengolahan.
Jumlah itu merupakan serapan sejak Januari hingga 24 Juni 2026 dan ditargetkan terus bertambah bahkan dapat melebihi target.
Capaian Sulawesi Tengah juga menjadi bagian dari keberhasilan nasional. Secara nasional, hingga 3 Juni 2026, Bulog telah menyerap 3.008.626 ton gabah dan beras petani setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan tahun 2026 sebesar 4 juta ton.
Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil signifikan setelah capaian pengadaan beras hingga Mei 2026 telah menyamai total serapan sepanjang tahun lalu.