Karhutla di Sulteng tahun 2026. (Foto: BPBD Sulteng).

Rekor Karhutla Terbesar di Sulteng Terjadi pada 2023, Kini Ancaman Kembali Muncul

PALU, rindang.ID | Sulawesi Tengah pernah menghadapi salah satu episode kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terparah dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, luas kawasan yang terbakar mencapai 10.844,28 hektare, menjadikannya angka tertinggi hingga kini.

Hingga memasuki pertengahan Agustus 2026, Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) telah terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah menyusul menguatkan El Nino. Potensi meluasnya karhutla menjadi perhatian, apalagi El Nino masih akan terjadi sampai September.

Kekhawatiran juga beralasan karena Sulawesi Tengah punya sejarah kelam karhutla dengan luasan terdampak yang hingga kini menjadi rekor, yakni pada tahun 2023.

Data Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah menunjukkan luas karhutla di Sulawesi Tengah tercatat 10.844,28 hektare pada 2023, bertepatan dengan menguatnya pengaruh El Niño yang menyebabkan kondisi lebih kering dan meningkatkan risiko kebakaran. Kondisi ini persis seperti yang saat ini terjadi.

“Periode tersebut, Poso, Morowali Utara, dan Tojo Una-Una menjadi wilayah yang berulang kali muncul dalam pemantauan titik panas,” Hermanus Ridholof, Polisi Kehutanan Ahli Madya Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah, mengatakan.

Pada 28 Agustus 2023, misalnya, BMKG mendeteksi 46 hotspot di Sulawesi Tengah. Sebarannya paling banyak berada di Tojo Una-Una, Poso, Morowali dan Banggai. Sebulan kemudian, pada 26 September, jumlah hotspot yang terpantau mencapai 281 titik, dengan konsentrasi antara lain di Morowali Utara, Tojo Una-Una dan Poso.

Karhutla saat itu bahkan terjadi di sejumlah lokasi yang mengancam aktivitas dan permukiman warga. Di Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat, Poso, kebakaran lahan pada Agustus 2023 sempat mengancam sekitar 30 rumah, fasilitas sekolah dan perkebunan warga. Di Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, kebakaran hutan pinus pada September 2023 membakar sekitar 15 hektare dan membutuhkan penanganan beberapa hari.

Angka karhutla 2026 memang belum mendekati total karhutla Sulteng sepanjang 2023. Namun tetap menjadi alarm penting karena tahun ini Sulteng memasuki periode kemarau dengan risiko kebakaran yang lebih tinggi.

Pengalaman 2023 menunjukkan bagaimana kombinasi musim kering, kondisi vegetasi yang mudah terbakar, dan aktivitas manusia dapat menghasilkan kebakaran dalam skala besar.

Dan, Sulteng tidak harus menunggu angka karhutla 10.844 hektare kembali terulang untuk menyebut situasi ini darurat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top