PALU, rindang.ID | Sulawesi Tengah menghadapi tren kenaikan suhu yang semakin nyata. Data menunjukkan peningkatan suhu rata-rata di beberapa wilayah provinsi ini, yang menandakan adanya pergeseran iklim secara bertahap namun konsisten.
Beberapa catatan perubahan temperatur memperlihatkan kenaikan sebesar +0.45°C, +0.04°C, +0.22°C, hingga +0.43°C.
Meski tampak kecil, data BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri menunjukkan angka tersebut mencerminkan perubahan signifikan terhadap kestabilan iklim daerah, terutama ketika tren kenaikan ini terus berlanjut dari tahun ke tahun.
Selain itu, rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat di Sulawesi Tengah mencapai 39,9°C, diikuti oleh suhu ekstrem lainnya seperti 39,6°C yang tercatat dua kali, dan 37,2°C.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa wilayah-wilayah di Sulawesi Tengah semakin sering mengalami hari-hari panas ekstrem.
Hingga tahun 2023 tercatat terdapat empat daerah di Sulawesi Tengah yang pernah mengalami rekor kenaikan suhu.
Berikut rekor-rekor suhu tertinggi di empat daerah di Sulawesi Tengah:
Tolitoli
Kabupaten Tolitoli tercatat pernah dilanda lonjakan suhu tinggi mencapai 39,6°C pada tahun 2023. Berdasarkan data SPAG kenaikan suhu di daerah itu mencapai 0.04°C dari baseline data tahun 1982.
Banggai
Selama periode tahun 1983 sampai 2023 kabupaten ini pernah mengalami suhu tertinggi yang mencapai 37,2°C dengan tren kenaikan 0.22°C sejak tahun 1983.
Poso
Periode 1982 sampai 2023 suhu tertinggi yang pernah tercatat di kabupaten ini mencapai 39,9°C dengan tren kenaikan 0.43°C sejak tahun 1982.
Palu
Sedangkan di Kota Palu tren kenaikan suhu sejak 1976 hingga 2023 tercatat mencapai 0.45°C dengan suhu tertinggi yang tercatat mencapai 39,6°C.
“Proyeksi iklim menunjukkan bahwa pada tahun 2040, rata-rata suhu di Sulawesi Tengah diperkirakan akan terus meningkat dibandingkan periode dasar 2006–2014,” Kepala SPAG Lore Lindu Bariri, Asep Firman Ilahi mengatakan.
Asep menyebut jika tren ini tidak diimbangi dengan langkah mitigasi dan adaptasi yang serius, maka dampaknya dapat dirasakan pada sektor pertanian, ketersediaan air, hingga kesehatan masyarakat.
Kenaikan suhu ini menjadi sinyal kuat bahwa Sulawesi Tengah, seperti banyak wilayah lain di Indonesia, tengah berada di garis depan krisis iklim yang nyata dan perlu segera meresponsnya dengan langkah-langkah berbasis data dan keberlanjutan lingkungan.



