Kawula17 Ajak Pelajar Palu Asah Nalar Kritis Lewat Isu Lingkungan
Kegiatan di Palu menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan kewargaan yang kontekstual dengan mengangkat persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar.
Kegiatan di Palu menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan kewargaan yang kontekstual dengan mengangkat persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar.
Hamparan mangrove di pesisir Layana, Kota Palu, terus tumbuh di tengah berbagai tantangan. Di satu sisi, kawasan ini dinilai memiliki peran penting sebagai pelindung pesisir sekaligus habitat berbagai biota laut. Namun di sisi lain, status hukumnya hingga kini belum memberikan perlindungan khusus bagi ekosistem tersebut.
Dalam setahun, jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Palu mencapai sekitar 71.167,52 ton. Angka tersebut menunjukkan tingginya tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pengangkutan hingga pemrosesan akhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Dalam penyusunannya, Pemerintah Kota Palu menggunakan metode analisis DPSIR (Driving Force, Pressure, State, Impact, and Response), sebuah pendekatan yang digunakan untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara aktivitas manusia dan kondisi lingkungan.
Selain mengatur penggunaan wadah pembagian daging, surat edaran itu juga menekankan pengelolaan limbah kurban secara ketat.
Program Sekolah Lingkungan dibangun melalui tiga pilar transformasi utama, yakni mindset, action, dan network. Pada aspek mindset, siswa diajak memahami kondisi kota, perubahan iklim, hingga konsep kota resilien melalui proses belajar yang dekat dengan realitas mereka sehari-hari.
Di Sulawesi Tengah, meningkatnya eksploitasi sumber daya alam beriringan dengan munculnya ancaman terhadap jurnalis yang berupaya mengungkap dampak di lapangan.
Diskusi yang berlangsung setelah pemutaran film memperkuat pesan utama dokumenter tersebut, yakni tentang ketimpangan relasi antara negara, investasi, dan masyarakat adat.
Di balik peringatan Hari Kartini, kisah Nurlaila dan Nirmawati adalah potret nyata bagaimana perempuan berperan sebagai garda terdepan dalam membangun generasi sehat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Warga pun dengan bangga memperlihatkan permukiman mereka yang pada 2021 lalu meraih penghargaan internasional dalam ajang World Habitat Awards.