PALU, rindang.ID | Pasokan minyak goreng bersubsidi Minyakita di Sulawesi Tengah yang sempat mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir kini mulai berangsur pulih.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah memastikan distribusi kembali bergerak menuju kondisi normal setelah sebelumnya terkendala berkurangnya pasokan dari pihak produsen.
Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, Jusri, mengatakan saat ini distribusi Minyakita perlahan membaik dan pihaknya terus mengupayakan agar kebutuhan masyarakat di pasar-pasar utama dapat terpenuhi.
“Sekarang pasokannya sudah mulai normal kembali. Kami maksimalkan dulu pemenuhan kebutuhan di dalam pasar, setelah itu baru kami salurkan lagi ke pengecer di luar pasar,” kata Jusri.
Sebelumnya, masyarakat dan sejumlah mitra penyalur sempat mengeluhkan sulitnya memperoleh Minyakita akibat stok yang menipis.
Dalam kondisi normal, kuota Minyakita yang diterima Bulog untuk pasar SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok) mencapai sekitar 600.000 liter per minggu atau setara sekitar 60 truk.
Namun, selama dua minggu sebelum pertengahan Juli 2026, Bulog hanya menerima sekitar 20.000 liter Minyakita. Penurunan tersebut membuat pasokan di sejumlah titik distribusi ikut terdampak.
Jusri menegaskan, kekurangan stok itu bukan disebabkan oleh persoalan distribusi atau kendala teknis pengangkutan.
“Bukan karena masalah ban kendaraan atau kendala pengiriman. Memang ada persoalan di pihak TSL sehingga produksinya berkurang,” ujarnya.
Selama pasokan terbatas, Bulog memprioritaskan penyaluran Minyakita ke pasar-pasar SP2KP sesuai arahan pemerintah pusat. Menurut Jusri, pasar SP2KP menjadi prioritas karena merupakan lokasi pemantauan pemerintah terhadap harga dan ketersediaan kebutuhan pokok serta memiliki aktivitas transaksi yang lebih tinggi.
Bulog optimistis ketersediaan Minyakita di Sulawesi Tengah akan segera kembali stabil sehingga masyarakat dapat memperoleh minyak goreng bersubsidi dengan lebih mudah.



