PALU, rindang.ID | Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah mulai mempersiapkan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi tiga bulan berikutnya pada 2026.
Berbeda dengan penyaluran sebelumnya, bantuan yang akan disalurkan diperkirakan hanya berupa beras, sementara minyak goreng Minyakita belum masuk dalam rencana distribusi.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, mengatakan penyaluran bantuan pangan tahap sebelumnya telah rampung secara administrasi pada 30 Juni 2026. Pada tahap itu, Bulog telah menyalurkan sekitar 8.000 ton beras kepada masyarakat penerima manfaat.
“Administrasi penyaluran sebelumnya sudah selesai. Memang masih ada beberapa perbaikan data di lapangan, tetapi secara umum tahap tersebut telah dituntaskan,” ujarnya.
Penyaluran bantuan tersebut sempat mengurangi stok beras Bulog di Sulawesi Tengah dari sekitar 32.000 ton menjadi berkisar 22.000 hingga 24.000 ton. Meski demikian, Bulog memastikan cadangan beras pemerintah masih dalam kondisi aman untuk memenuhi berbagai program pemerintah.
Saat ini Bulog tengah bersiap menghadapi alokasi bantuan pangan untuk tiga bulan tersisa pada 2026. Penyalurannya diperkirakan dimulai pada Agustus atau menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Berbeda dengan pola sebelumnya yang terkadang digabung untuk beberapa bulan sekaligus, penyaluran mendatang direncanakan dilakukan setiap bulan agar distribusi kepada masyarakat lebih teratur.
Jusri menjelaskan, berdasarkan informasi sementara dari pemerintah pusat, bantuan pangan yang akan disalurkan kemungkinan hanya berupa beras.
“Informasi yang kami terima sementara memang hanya beras. Kalau nanti ada perubahan instruksi dari pemerintah pusat, tentu akan kami laksanakan,” katanya.
Menurutnya, penyaluran yang hanya menggunakan komoditas beras juga akan mempermudah proses distribusi di lapangan dibandingkan jika harus disertai komoditas lain.
Keputusan tersebut juga dipengaruhi kondisi pasokan Minyakita yang beberapa waktu terakhir mengalami gangguan akibat menurunnya produksi dari pihak produsen.
Meski tidak merinci penyebabnya, Bulog menyebut kendala tersebut berasal dari sisi produsen sehingga memengaruhi distribusi Minyakita ke daerah.
Dari sisi kesiapan, Bulog menyatakan sekitar 50 persen beras untuk bantuan pangan telah selesai dikemas. Proses pengemasan terus dipercepat agar distribusi dapat segera dilakukan begitu penugasan resmi diterbitkan pemerintah.
Bulog juga masih menunggu data final penerima manfaat karena terdapat kemungkinan penambahan jumlah keluarga penerima manfaat dibandingkan tahap sebelumnya.



