Pimpinan Bulog Wilayah Sulteng, Jusri. (Foto: Heri/rindang.ID)

Bulog Sulteng Bidik 11.300 Ton Gabah sebelum Juli, Caranya?

PALU, rindang.ID | Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah menargetkan penyerapan gabah sebesar 11.300 ton yang diproyeksikan dapat tercapai pada Juni atau Juli 2026, meskipun target tersebut sejatinya dialokasikan untuk satu tahun penuh.

Untuk mempercepat capaian itu, Bulog menerapkan sejumlah strategi lapangan yang lebih agresif dan adaptif.

Pimpinan Bulog Wilayah Sulawesi Tengah, Jusri mengatakan, salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pola “jemput bola” dengan menurunkan tim langsung ke sentra produksi. Petugas Bulog kini aktif menyambangi mitra di berbagai wilayah seperti Parigi, Tolitoli, dan Buol guna memastikan proses pengadaan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kami juga mendorong transformasi metode penyerapan dengan mengubah kebiasaan petani dan mitra dari menjual beras menjadi gabah,” kata Jusri, Jumat (17/4/2026).

Perubahan ini dinilai mampu memangkas rantai distribusi sekaligus memberi ruang bagi Bulog untuk mengontrol kualitas sejak awal proses.

Di sisi lain, ekspansi kemitraan menjadi strategi kunci. Di wilayah Pantai Barat Donggala, jumlah mitra ditingkatkan dari satu menjadi dua hingga tiga pihak. Sementara di Parigi, jumlah mitra melonjak dari satu menjadi lima. Hal serupa terjadi di Morowali dan Morowali Utara yang kini memiliki tiga mitra aktif dari sebelumnya hanya satu.

Tak hanya itu, Bulog juga menambah kerja sama dengan mitra penggilingan. Saat ini terdapat dua mitra yang telah berjalan, sementara sekitar lima lainnya masih dalam proses pendaftaran.

Untuk memperluas jangkauan, Bulog mengoptimalkan koordinasi lintas wilayah melalui tiga kantor cabang, yakni Poso, Luwuk, dan Tolitoli, serta kantor wilayah di Palu. Skema ini memungkinkan pengadaan gabah menjangkau hingga tingkat kabupaten secara lebih merata.

Momentum panen raya yang diperkirakan terjadi pada akhir April hingga awal Mei juga menjadi fokus utama. Bulog menargetkan serapan maksimal pada periode tersebut sebagai langkah percepatan realisasi target.

Tidak hanya mengejar kuantitas, Bulog menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas. Melalui kolaborasi dengan mitra penggilingan, gabah dan beras yang diserap diharapkan memiliki mutu di atas standar minimal yang ditetapkan.

Di tengah upaya tersebut, Bulog juga menggencarkan sosialisasi melalui media massa guna membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat dan pelaku usaha. Para pemangku kepentingan yang berminat diajak untuk langsung berkoordinasi dengan pimpinan cabang di wilayah masing-masing.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi. Hingga saat ini, penyerapan gabah di wilayah Tolitoli belum berjalan optimal. Selain itu, kurangnya sosialisasi di beberapa daerah seperti Tolai turut menjadi kendala.

Bulog memastikan akan terus memperluas jaringan komunikasi dan memperkuat koordinasi di lapangan agar target penyerapan dapat tercapai sesuai rencana.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top