Bulog: Beli SPHP Lebih Murah, Bantu Tekan Harga Beras Pasar di Sulteng
Selain harganya yang lebih rendah dibandingkan harga pasaran, kualitas beras SPHP juga terjamin karena melalui proses standar Bulog sebelum disalurkan.
Selain harganya yang lebih rendah dibandingkan harga pasaran, kualitas beras SPHP juga terjamin karena melalui proses standar Bulog sebelum disalurkan.
Data Bulog Sulawesi Tengah menunjukan bahwa hingga 31 Juli 2025 realisasi penyaluran SPHP mencapai 266,600 ton atau 27,23 persen dari target Juli sebesar 979,22 ton. Angka tersebut baru sekitar 2,03 persen dari total target hingga Desember.
Bulog memastikan penyaluran beras SPHP akan terus dilakukan hingga Desember 2025, seiring dengan penyerapan gabah hasil panen petani lokal. Dengan demikian, stabilitas harga beras di tingkat konsumen dapat terjaga, sementara petani tetap mendapat kepastian pasar atas hasil panennya.
Kegiatan ini disambut antusias masyarakat Kota Palu yang datang untuk mendapatkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga terjangkau.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menstabilkan harga beras yang masih tinggi di pasaran.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penimbangan langsung beras bantuan sebelum didistribusikan ke masyarakat.
Program ini menyasar sebanyak 23.597 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Donggala. Setiap keluarga menerima 20 kilogram beras untuk alokasi bulan Juni hingga Juli 2025, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 471.940 kilogram atau 471,94 ton beras.
Pagi itu sebanyak 220 warga Kelurahan Baru menerima bantuan pangan dari Bulog Sulawesi Tengah. Bantuan yang datang di saat tepat, ketika harga beras di pasar melonjak hingga mencapai Rp17.000 sampai Rp19.000 per kilogram.
PALU, rindang.ID | Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah menyelenggarakan ‘Bulog Goes to School’ di SMA 2 Palu,
Distribusi bantuan ini sendiri dilakukan secara one shoot atau satu kali pengiriman untuk alokasi dua bulan sekaligus, yakni bulan Juni dan Juli 2025. Setiap penerima bantuan akan menerima 10 kg beras per bulan, dengan total 20 kg per penerima.