Penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Baru, Kota Palu. (Foto: Heri/rindang. ID).

Stok Beras Sulteng Aman Hingga Februari 2026, Bulog Pastikan Pasokan Terkendali

PALU, rindang.ID | Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah memastikan ketersediaan stok beras di wilayah tersebut dalam kondisi aman hingga awal tahun depan.

Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Bulog Sulteng, Jusri, yang menyebutkan bahwa saat ini gudang Bulog di berbagai daerah menyimpan 21.000 ton beras, dengan tambahan 6.000 ton pasokan dari Sulawesi Selatan yang masih dalam perjalanan.

Dengan jumlah itu dia memastikan stok beras Sulteng akan terjaga selama lima bulan ke depan.

“Dengan total stok tersebut, ketahanan beras di Sulawesi Tengah aman hingga Februari 2026,” ujar Jusri di sela kegiatan peluncuran bantuan pangan, Kamis (30/10/2025).

Menurut Jusri, stok beras yang melimpah ini merupakan hasil dari strategi distribusi dan pengadaan yang dirancang untuk mengantisipasi fluktuasi harga menjelang akhir tahun serta menjaga stabilitas pasokan di seluruh kabupaten dan kota.

Bulog, kata dia, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Dinas Ketahanan Pangan, dan instansi terkait agar distribusi beras berjalan lancar, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Selain untuk kebutuhan umum, sebagian dari stok tersebut juga dialokasikan bagi program Bantuan Pangan Nasional dan penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke berbagai pasar tradisional di Sulawesi Tengah.

Program ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk menekan laju inflasi daerah dan menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.

Jusri menegaskan, hingga saat ini tidak ada indikasi kekurangan pasokan beras di Sulteng. Ia juga memastikan bahwa Bulog siap melakukan operasi pasar jika terjadi lonjakan harga yang signifikan di tingkat konsumen.

Dengan kondisi stok yang terkendali dan dukungan logistik yang memadai, Bulog Sulteng optimistis mampu menjaga ketahanan pangan regional hingga memasuki masa panen raya berikutnya. Jusri juga mengimbau masyarakat agar tidak panik membeli, karena pasokan beras di pasaran akan tetap terjaga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top