SPHP Jagung Dikebut, Bulog Sulteng Sudah Salurkan 1.232 Ton
Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah dengan tingkat realisasi penyaluran yang cukup tinggi.
Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah dengan tingkat realisasi penyaluran yang cukup tinggi.
Dari pasar di berbagai daerah, jajaran Bulog memantau harga, ketersediaan komoditas, distribusi serta pelaksanaan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Saat ini, harga beras SPHP di gudang Bulog untuk wilayah Sulawesi ditetapkan sebesar Rp11.000 per kilogram, sementara harga eceran tertinggi (HET) bagi konsumen melalui mitra distribusi mencapai Rp12.500 per kilogram.
Harga beras di sejumlah pasar tradisional terpantau turun setelah langkah masif ini digencarkan oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah bersama pemerintah daerah.
Ajakan tersebut ditujukan agar distribusi beras SPHP semakin merata di wilayah Sulteng serta mampu memperkuat upaya menekan harga beras premium yang masih relatif tinggi di pasaran.
Selain harganya yang lebih rendah dibandingkan harga pasaran, kualitas beras SPHP juga terjamin karena melalui proses standar Bulog sebelum disalurkan.
Data Bulog Sulawesi Tengah menunjukan bahwa hingga 31 Juli 2025 realisasi penyaluran SPHP mencapai 266,600 ton atau 27,23 persen dari target Juli sebesar 979,22 ton. Angka tersebut baru sekitar 2,03 persen dari total target hingga Desember.
Bulog memastikan penyaluran beras SPHP akan terus dilakukan hingga Desember 2025, seiring dengan penyerapan gabah hasil panen petani lokal. Dengan demikian, stabilitas harga beras di tingkat konsumen dapat terjaga, sementara petani tetap mendapat kepastian pasar atas hasil panennya.
Kegiatan ini disambut antusias masyarakat Kota Palu yang datang untuk mendapatkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga terjangkau.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menstabilkan harga beras yang masih tinggi di pasaran.