Utama

Santap bersama aneka makanan dan buah yang disajikan dalam festival 1000 Baki Salama Talise Valangguni, Kamis (16/10/2025) malam. (© rindang.ID/Basri Marzuki)
Inspirasi, Serampai, Utama

Mosangulara Mombangu Ngapa: Saat 1.000 Baki Salama Menyatukan Talise Valangguni

“Mosangulara Mombangu Ngapa.” Kalimat dalam Bahasa Kaili itu bergema di malam pembukaan Festival 1000 Baki Salama Talise Valangguni, Kamis (16/10/2025) malam. Artinya sederhana namun dalam: menyatu dalam hamparan baki. Inilah filosofi yang mendasari tradisi unik ini—sebuah pesta rakyat yang telah menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat Talise Valangguni.

, , ,
Sebelum 2018, Teluk Palu adalah ruang hidup yang dinamis—permukiman berpadu dengan pantai, anak-anak bermain di pasir, dan aroma jagung bakar menyambut siapa saja yang datang. Kini, banyak dari pemandangan ini telah hilang, digantikan oleh zona kosong dan infrastruktur baru. (©rindang.ID/bmz)
Serampai, Utama

Teluk yang Berubah: Menakar Kondisi Pesisir Palu Pascatsunami

Enam tahun setelah gelombang besar melanda, Teluk Palu tidak lagi sama. Air laut makin keruh, garis pantai bergeser, dan bau limbah kerap tercium di pagi hari. Di beberapa titik, tumpukan sampah plastik mengambang di antara ombak kecil. Revitalisasi pesisir memang berjalan, tapi di sisi lain, kerusakan lingkungan seperti tumbuh diam-diam di balik tembok proyek.

, , , , ,
Foto udara bentangan bantaran sungai yang terus melebar akibat abrasi di antara Kelurahan Pengawu Palu dan Desa Balane Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/8/2025). (rindang.ID/bmz)
Serampai, Utama

Degradasi DAS Palu: Ketika Hutan Berganti Ladang, Banjir Pun Datang

Hujan deras yang mengguyur Kota Palu selama lima jam pada 25 April 2025 silam memicu banjir bandang di enam titik sekaligus. Air Sungai Palu meluap, menyeret dua rumah dan merusak empat kos-kosan di wilayah Mantikulore, Palu Barat, dan Ulujadi. Ratusan warga terdampak. Bahkan, Rumah Sakit Undata sempat terendam.

, , , , , , ,
Inspirasi, Komunitas, Utama

Kisah Kelompok Perempuan Talise Melawan 15 Ton Timbulan Sampah Plastik Sehari di Palu

Kesadaran kolektif ini muncul di tengah situasi yang mendesak. Timbulan sampah plastik sekali pakai di Kota Palu berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu terbilang besar bahkan mencapai 10 persen dari total timbulan sampah harian yang mencapai sekitar 150 ton.

, , , , , ,
Sekkot Palu Irmayanti menanam pohon di Huntap Tondo. Foto: rindang.ID/bmz
Serampai, Utama

Kota Palu di Persimpangan Kritis: Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Masyarakat

Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang sudah dirasakan masyarakat Kota Palu saat ini. Peningkatan suhu udara, fluktuasi curah hujan ekstrem, dan tekanan terhadap kualitas lingkungan menciptakan risiko kesehatan yang semakin nyata, terutama bagi masyarakat di pemukiman padat dan kawasan industri.

, , , , , , , , ,
Scroll to Top