teluk palu

Warga memancing di dekat tumpukan sampah di pesisir Teluk Palu, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (20/1/2026). (©rindang.ID/bmz)
Hayati, Serampai, Utama

Muara Sungai Palu: Ketika Sampah Mengubur Mimpi Pariwisata

Sore itu, beberapa pemancing duduk santai di atas tanggul batu gajah, melempar kailnya ke arah teluk. Di belakangnya, tumpukan sampah plastik berwarna-warni memenuhi celah-celah bebatuan besar. Botol minuman, styrofoam bekas wadah makanan, hingga potongan kayu berserakan tanpa tersisa ruang kosong. Pemandangan ini bukan lagi hal asing di muara Sungai Palu, dekat oprit bekas Jembatan Palu IV, yang kini menjadi saksi bisu persoalan lingkungan yang terus menggunung.

, , , , , ,
Hayati, Utama

Memahami Teluk Palu Sebagai Jalur Migrasi Global Burung di Tengah Kepungan Tambang

Kerusakan habitat di Teluk Palu tidak hanya berdampak lokal. Berbagai studi menunjukkan bahwa hilangnya lokasi singgah (stopover) berkorelasi langsung dengan penurunan populasi burung migran secara global. Tekanan yang terjadi di satu titik jalur terbang dapat memicu efek berantai di sepanjang flyway.

, , , , , , ,
Sebelum 2018, Teluk Palu adalah ruang hidup yang dinamis—permukiman berpadu dengan pantai, anak-anak bermain di pasir, dan aroma jagung bakar menyambut siapa saja yang datang. Kini, banyak dari pemandangan ini telah hilang, digantikan oleh zona kosong dan infrastruktur baru. (©rindang.ID/bmz)
Serampai, Utama

Teluk yang Berubah: Menakar Kondisi Pesisir Palu Pascatsunami

Enam tahun setelah gelombang besar melanda, Teluk Palu tidak lagi sama. Air laut makin keruh, garis pantai bergeser, dan bau limbah kerap tercium di pagi hari. Di beberapa titik, tumpukan sampah plastik mengambang di antara ombak kecil. Revitalisasi pesisir memang berjalan, tapi di sisi lain, kerusakan lingkungan seperti tumbuh diam-diam di balik tembok proyek.

, , , , ,
Foto udara bentangan pesisir Palu-Donggala, 25 Mei 2010. (© bmzIMAGES/basri marzuki)
Serampai, Utama

Luka Menganga Bentangan Pesisir Palu-Donggala: Eksploitasi Galian C yang Mengancam Teluk Palu

Kabut tipis masih menyelimuti Teluk Palu yang dulu dikenal sebagai salah satu teluk terindah. Namun kini pemandangan yang menyambut mata bukan lagi hamparan biru yang menenangkan. Suara alat berat membelah ketenangan, dan deretan truk pengangkut material hilir mudik sepanjang pesisir yang dulunya menjadi kebanggaan Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

, , , ,
Bentangan perbukitan pesisir yang ditambang untuk material galian C bagi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di pesisir Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (12/6/2025). Data dari Minerba One Map Indonesia (MOMI) Kementerian ESDM, sekitar 30 juta ton batu pecah dipasok dari usaha pertambangan di Sulawesi Tengah untuk pembangunan IKN dan hingga akhir 2024 tercatat 69 izin pertambangan galian C aktif di Kota Palu dan Donggala dengan total luas lahan 1.764,41 hektare. (rindang.ID/Basri Marzuki)
Galeri

Potret Eksploitasi Galian C di Kota Palu dan Donggala untuk Pembangunan IKN

Bentangan perbukitan pesisir yang ditambang untuk material galian C bagi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di pesisir Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (12/6/2025). Data dari Minerba One Map Indonesia (MOMI) Kementerian ESDM, sekitar 30 juta ton batu pecah dipasok dari usaha pertambangan di Sulawesi Tengah untuk pembangunan IKN dan hingga akhir 2024 tercatat 69 izin pertambangan galian C aktif di Kota Palu dan Donggala dengan total luas lahan 1.764,41 hektare. (rindang.ID/Basri Marzuki

, , , ,
Scroll to Top