Utama

Ketua Kemunitas Historia Sulteng, Anto Herianto (kiri) memandu peserta walking tour di bantaran SUngai Palu, Senin (29/9/2025). (© rindang.ID/bmz)
Inspirasi, Komunitas, Utama

Menyusuri Jejak Sejarah: Walking Tour di Bantaran Sungai Palu

Senja Senin mulai merayap ketika puluhan anak muda berkumpul di Ruang Terbuka Hijau Kalikoa. Kawasan kuliner bantaran Sungai Palu itu ramai seperti biasa, tapi kelompok ini punya agenda berbeda. Mereka bukan datang untuk menikmati gorengan dan kopi sore. Sepatu kets terikat rapat, botol minum siap di tangan, dan mata berbinar penuh rasa ingin tahu. Ini adalah walking tour—sebuah pelayaran kaki menyusuri jejak sejarah Kota Palu yang hampir terlupakan.

, , , ,
Foto udara bentangan pesisir Palu-Donggala, 25 Mei 2010. (© bmzIMAGES/basri marzuki)
Serampai, Utama

Luka Menganga Bentangan Pesisir Palu-Donggala: Eksploitasi Galian C yang Mengancam Teluk Palu

Kabut tipis masih menyelimuti Teluk Palu yang dulu dikenal sebagai salah satu teluk terindah. Namun kini pemandangan yang menyambut mata bukan lagi hamparan biru yang menenangkan. Suara alat berat membelah ketenangan, dan deretan truk pengangkut material hilir mudik sepanjang pesisir yang dulunya menjadi kebanggaan Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

, , , ,
Hutan purba Ranjuri di Desa Beka, Sigi. (rindang.ID/basri marzuki)
Inspirasi, Serampai, Utama

Jalan Hijau Menuju Kesejahteraan: Pilihan Ekonomi Berkelanjutan Kabupaten Sigi

Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti hamparan sawah di Desa Bobo, Kecamatan Palolo. Pak Salim, seorang petani berusia 58 tahun, mulai memeriksa tanaman vanili organiknya yang menghijau di antara pohon-pohon pelindung. “Dulu saya tidak percaya, vanili bisa jadi emas hijau,” katanya sambil meraba kulit vanili yang mulai menguning. “Tapi sekarang, satu kilogram vanili kering bisa seharga motor bekas.”

, , , , , ,
Scroll to Top