BANGGAI LAUT, rindang.ID | Kelompok masyarakat penggerak konservasi (KOMPAK) dan pemerintah desa menggelar pelatihan pengawasan dan pelaporan wilayah perairan di Desa Bontosi.
Kegiatan ini melibatkan dua desa dampingan, Lipu Talas dan Bontosi, yang sejak awal telah membentuk kelompok nelayan konservasi bernama KOMPAK Karang Mbolongi dan KOMPAK Dulayo.
Selama dua hari, para peserta dilatih memperkuat kapasitas pengawasan pesisir. Hadir sebagai pemateri, Koordinator Wilayah Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Banggai Kepulauan–Banggai Laut, Moh. Cahyadin El Anas serta Kasubnit Tindak Satpolairud Polres Bangkep, Bripka Ryan Pratama Kabakoran.
Cahyadin menekankan pentingnya memahami peran Ditjen PSDKP dan bahaya destructive fishing seperti pemboman serta penggunaan racun. Ia juga mengajak nelayan melakukan pengawasan dengan metode 4M: melihat, mendengar, mencatat, dan melapor.
“Masyarakat adalah mitra PSDKP dalam menjaga laut,” ujarnya.
Sementara itu, Bripka Ryan menekankan pencegahan dari tingkat desa sebagai upaya mengurangi perusakan ekosistem laut.
“Pembinaan sejak lingkungan keluarga hingga pemerintah desa sangat penting untuk memutus rantai destructive fishing,” katanya.
Pada hari kedua, peserta dikenalkan metode Manta Tow untuk memantau terumbu karang. Ari Fengkeari Karim, Koordinator Program menjelaskan metode sederhana ini bisa dilakukan oleh nelayan dengan peralatan terbatas, namun tetap efektif menjaga ekosistem.
Kegiatan ini menjadi jembatan kerja sama multi pihak demi keberlanjutan pesisir.
“Melindungi laut berarti melindungi masa depan generasi mendatang,” tegas pernyataan resmi SIKAP.



