Kawula17 Ajak Pelajar Palu Asah Nalar Kritis Lewat Isu Lingkungan
Kegiatan di Palu menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan kewargaan yang kontekstual dengan mengangkat persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar.
Kegiatan di Palu menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan kewargaan yang kontekstual dengan mengangkat persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar.
Berbeda dengan pola pembagian lahan pada umumnya, redistribusi di Desa Bunga menerapkan skema komunal, di mana lahan dikelola secara bersama untuk kepentingan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Menariknya, selama ratusan tahun perlindungan terhadap Hutan Ranjuri tidak bergantung pada papan larangan ataupun peraturan desa. Yang menjaga hutan justru kesadaran kolektif masyarakat.
GEDSI menjadi instrumen penting dalam menganalisis berbagai tantangan maupun peluang pengelolaan hutan dan lahan di Sulawesi Tengah.
Dengan dorongan menuju kawasan ekowisata, Hutan Ranjuri diharapkan tetap menjadi paru-paru Desa Beka, laboratorium alam bagi ilmu pengetahuan, benteng mitigasi bencana, dan sumber kesejahteraan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kenaikan emisi tersebut beriringan dengan tren peningkatan suhu udara. Berdasarkan catatan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri, data historis 1976–2020 di Kota Palu, suhu rata-rata meningkat sekitar 0,0252 derajat Celsius setiap tahun.
Jumlah itu merupakan serapan sejak Januari hingga 24 Juni 2026 dan ditargetkan terus bertambah bahkan dapat melebihi target.
Dalam beberapa tahun terakhir, wajah kejahatan kehutanan semakin rumit dengan melibatkan pertambangan emas tanpa izin (PETI), perambahan kawasan, perdagangan satwa liar, hingga praktik pemalsuan dokumen dan dugaan pencucian uang.
Komunitas memilih Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, sebagai lokasi penyaluran bantuan. Dua dusun terjauh di desa tersebut, yakni Dusun Tokelemo dan Dusun Lewonu, menjadi sasaran utama karena akses menuju lokasi cukup sulit, sementara kebutuhan warga masih cukup besar pascagempa.
Hak anak juga berarti memastikan laut tetap menghasilkan ikan yang aman dikonsumsi, tanah tetap subur untuk ditanami, udara tetap bersih untuk dihirup, dan anak-anak masih memiliki ruang untuk mengenal alamnya sendiri.