Cerdas Pangan, Cerdas Bangsa: Bulog Edukasi Siswa SMA 2 Palu
PALU, rindang.ID | Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah menyelenggarakan ‘Bulog Goes to School’ di SMA 2 Palu, […]
PALU, rindang.ID | Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah menyelenggarakan ‘Bulog Goes to School’ di SMA 2 Palu, […]
Distribusi bantuan ini sendiri dilakukan secara one shoot atau satu kali pengiriman untuk alokasi dua bulan sekaligus, yakni bulan Juni dan Juli 2025. Setiap penerima bantuan akan menerima 10 kg beras per bulan, dengan total 20 kg per penerima.
Peringatan AHY muncul di tengah banyaknya sorotan publik terhadap pembangunan yang mengabaikan fungsi ekologis wilayah. Dalam praktiknya, banyak daerah hulu dan sempadan sungai yang telah berubah fungsi dari ruang terbuka hijau menjadi kawasan pemukiman atau pertambangan.
STDB diklaim memiliki nilai strategis dalam konteks perdagangan global. Regulasi terbaru dari Uni Eropa mengharuskan produk pertanian yang diimpor ke wilayah mereka harus bersifat “deforestation-free”, atau tidak berasal dari lahan yang mengakibatkan deforestasi.
Dialog ini bukan sekadar forum diskusi. Ia adalah bentuk respons atas kondisi global yang semakin rentan mulai dari polusi, perubahan iklim, hingga hilangnya keanekaragaman hayati yang berdampak langsung pada kehidupan anak-anak, terutama mereka yang hidup di pedesaan dan komunitas adat.
Pemasangan plang oleh Satgas PKH itu menjadi langkah awal pemulihan untuk kawasan yang ditengarai terancam kerusakan. Total luasannya 9.236,54 hektare di dua kabupaten, Sigi dengan 7.224,44 hektare dan Poso dengan 2.012,10 hektare.
Festival ini hadir untuk memperlihatkan bahwa konservasi tidak bisa dilepaskan dari pengakuan dan penguatan etnosfer yang mencakup segala kearifan, budaya, hingga tradisi turun temurun.
Meski festival telah usai, semangat yang dibangun di Environmental Fest 2025 diharapkan tetap hidup dalam aksi nyata masyarakat Sulawesi Tengah untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, adil, dan berkelanjutan.
Tambak CSSF di Lalombi membuktikan bahwa pendekatan ramah lingkungan tidak berarti mengorbankan hasil produksi. Dengan luas tambak 2,5 hektare, produksi udang pada panen perdana mencapai 52 ton, jauh melampaui rata-rata nasional.
Solar dan bensin yang dibagikan gratis ini sendiri adalah hasil inovasi pengelolaan lingkungan yakni daur ulang sampah plastik menggunakan mesin Pirolisis yang mulai dioperasikan oleh DLH Sulteng tahun 2025 ini.