Bulog Sulteng Pegang 21 Ribu Ton Beras Hadapi Lonjakan Permintaan Ramadan
Pimwil Jusri juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan secara bijak. “Jangan panic buying agar distribusi pangan tersebar secara merata,” tegasnya.
Pimwil Jusri juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan secara bijak. “Jangan panic buying agar distribusi pangan tersebar secara merata,” tegasnya.
Selain beras, Bulog Sulawesi Tengah juga menaikkan signifikan target penyerapan komoditas jagung. Jika pada tahun lalu Bulog hanya mampu menyerap sekitar 200 ton, maka pada tahun ini target dinaikkan menjadi 3.000 ton.
Bulog Sulteng telah menyediakan stok beras kurang lebih sebanyak 21 ribu ton. Selain menggelontorkan untuk bantuan pangan, beras ini nantinya juga disiapkan menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Sejumlah kemasan makanan dan minuman bertuliskan huruf asing yang diduga berasal dari China ikut terkumpul. Di antaranya botol minuman susu kalsium, plastik kemasan air mineral, hingga bungkus makanan instan.
Sungai dan pegunungan yang rapuh menjadi bagian dari lanskap Dolo Selatan. Bencana yang kerap terjadi memunculkan satu kesadaran bersama di tengah warga; banjir adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapsiagaan.
Keberadaan situs ini memberi kesempatan bagi generasi yang tidak mengalami langsung tsunami untuk belajar dari ruang nyata, sehingga memupuk ketangguhan masyarakat terhadap bencana alam di masa mendatang.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari diskusi sebelumnya antara Pemerintah Kota Palu dan Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) KLH RI. Salah satu topik yang kembali mengemuka ialah rencana kerja sama pengolahan sampah dengan investor asal Jepang, yang digadang-gadang membawa pendekatan teknologi dan sistem yang lebih berkelanjutan.
Memahami dinamika cuaca dan iklim yang memengaruhi Teluk Palu menjadi modal penting untuk merumuskan kebijakan penanganan sampah pesisir. Pembersihan mungkin akan terus menjadi rutinitas, tetapi pengurangan volume, itulah pekerjaan yang seharusnya dimulai dari hulu, dari darat, dan dari kita sendiri.
Dalam sambutannya, Irjen Pol Endi Sutendi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh insan pers yang hadir. Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang telah terbangun serta berharap kegiatan silaturahmi dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Di Kelurahan Lere, oprit itu masih berdiri. Ia tak lagi berfungsi, tapi justru karena itulah keberadaannya kini berada di persimpangan nasib; dipertahankan atau dibongkar.