PALU, rindang.ID | Setelah empat hari penuh edukasi, inspirasi, dan kolaborasi lintas sektor, Environmental Fest 2025 yang digelar di Lapangan Imanuel, Kota Palu resmi ditutup pada Sabtu (21/6/2025).
Acara ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, yang digelar pada 18–21 Juni 2025.
Penutupan acara dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Rohani Mastura.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi aktif masyarakat, pelaku usaha, lembaga pemerintah, dan komunitas yang telah bersinergi dalam menyukseskan festival ini.
“Environmental Fest 2025 bukan sekadar perayaan, melainkan platform penting yang telah menggerakkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Festival ini juga berhasil mendorong pemulihan ekonomi lokal serta menjadi ruang edukasi bagi seluruh kalangan,” ujar Rohani Mastura.
Penghargaan untuk Komitmen Lingkungan
Dalam acara penutupan, panitia memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan peserta Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) yang telah menunjukkan komitmen terhadap lingkungan.
Penghargaan juga diberikan kepada tiga stand terbaik selama pelaksanaan festival, yaitu PT. Dexin Steel Indonesia, PT. Bintang Delapan Mineral, dan PT. Poso Energy. Penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas, kualitas edukasi lingkungan yang disampaikan, dan interaksi stand terhadap pengunjung.
Harapannya, penghargaan ini mendorong semangat inovasi dan komunikasi lingkungan di sektor industri dan masyarakat.
Antusiasme Masyarakat dan Dampak Positif
Berbagai kegiatan yang dihadirkan selama empat hari pelaksanaan, seperti pameran produk ramah lingkungan, talkshow interaktif, fashion show daur ulang, serta workshop edukatif berhasil menyedot perhatian pengunjung dari berbagai latar belakang. Pelajar, komunitas lokal, UMKM, hingga perusahaan besar turut ambil bagian dan menyatu dalam semangat pelestarian bumi.
Keterlibatan aktif UMKM juga menandai dampak ekonomi positif dari festival ini, terutama dalam membuka akses pasar bagi produk lokal berbasis keberlanjutan. Tidak hanya itu, festival ini juga menjadi momentum penting dalam membangun jejaring antara pemangku kepentingan lingkungan.
Harapan untuk Masa Depan
Dalam pidato penutupan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan kembali komitmennya dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan dan merata, melalui semangat BERANI yang terangkum dalam sembilan program unggulan.
“Mari kita terus menjaga lingkungan, bukan hanya sebagai kewajiban, tapi sebagai bentuk cinta kita terhadap generasi mendatang. Bumi adalah warisan yang harus kita jaga bersama,” tegas Rohani.
Penutupan ditandai dengan doa bersama dan pernyataan resmi berakhirnya festival, yang disambut hangat oleh seluruh peserta.
Meski festival telah usai, semangat yang dibangun di Environmental Fest 2025 diharapkan tetap hidup dalam aksi nyata masyarakat Sulawesi Tengah untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, adil, dan berkelanjutan.
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, dengan ini saya nyatakan Environmental Fest 2025 resmi ditutup,” tutup Rohani, diiringi tepuk tangan meriah dari para hadirin.



