Memahami Beda Bencana Alam dan Ekologis melalui Kasus Banjir Sulteng
Di Kelurahan Watusampu Palu dan Loli di Donggala, Sulawesi Tengah, banjir menjadi rutin terjadi meski hujan tak selalu ekstrem. Apakah itu bencana alam atau bencana ekologis?
Di Kelurahan Watusampu Palu dan Loli di Donggala, Sulawesi Tengah, banjir menjadi rutin terjadi meski hujan tak selalu ekstrem. Apakah itu bencana alam atau bencana ekologis?
Instruksi untuk memperluas serapan beras lokal juga datang dari pemerintah pusat. Bulog diperintahkan agar tetap membuka pembelian, baik pada musim panen maupun di luar musim panen, sehingga petani di seluruh wilayah Sulawesi Tengah memiliki kepastian pasar.
Ketersediaan beras tersebut juga berpeluang bertambah karena masih ada panen di beberapa daerah di Sulawesi Tengah. Dengan kondisi ini, Bulog memastikan kebutuhan masyarakat tetap terlindungi.
Kepala Bulog Sulteng, Jusri, menjelaskan bahwa bantuan pangan kali ini tidak hanya berupa beras, namun juga minyak goreng yang jumlahnya cukup signifikan untuk kebutuhan rumah tangga menjelang hari raya.
Saat ini, harga beras SPHP di gudang Bulog untuk wilayah Sulawesi ditetapkan sebesar Rp11.000 per kilogram, sementara harga eceran tertinggi (HET) bagi konsumen melalui mitra distribusi mencapai Rp12.500 per kilogram.
Sejumlah rekomendasi strategis mulai disusun. Salah satunya kata Zaiful adalah perlunya advokasi hukum untuk mempercepat proses IG sekaligus memperkuat perlindungan terhadap produk kopi lokal dari penggunaan nama yang tidak semestinya. Di sisi lain, pelestarian lingkungan dan budaya kopi dianggap mendesak, mengingat lanskap dan tradisi adalah elemen penting dalam nilai geografis sebuah produk.
Bagi masyarakat Palu, Donggala, dan Sigi, ancaman bencana bukan sekadar catatan sejarah tahun 2018. Ia masih menempel dalam ingatan dan pola gerak masyarakat hingga hari ini. Dari situ, Pokja Pesisir-DAS terbentuk pada 6 November 2025.
Isu lingkungan di Palu terus menumpuk: tambang, alih fungsi lahan, sampah. Namun kesadaran baru sedang tumbuh dari generasi muda, lewat jurnalisme. ‘Tongbasuara’ nama perkumpulan mereka.
Menurut Jusri, stok beras yang melimpah ini merupakan hasil dari strategi distribusi dan pengadaan yang dirancang untuk mengantisipasi fluktuasi harga menjelang akhir tahun serta menjaga stabilitas pasokan di seluruh kabupaten dan kota.
Ia menegaskan, Bulog hanya dapat menyerap beras sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan ketentuan mutu yang telah ditetapkan pemerintah.