Menjinakkan “Bom Waktu” di Lembah Pasigala
Ketika Alam Menjadi Benteng Pertama dan Kesadaran Jadi Pertahanan Terakhir
Ketika Alam Menjadi Benteng Pertama dan Kesadaran Jadi Pertahanan Terakhir
BMKG memprediksi puncak musim kemarau Indonesia terjadi pada Juli-September 2026 dengan distribusi geografis yang berbeda di setiap bulan.
Dalam setahun, jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Palu mencapai sekitar 71.167,52 ton. Angka tersebut menunjukkan tingginya tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pengangkutan hingga pemrosesan akhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Capaian Sulawesi Tengah juga menjadi bagian dari keberhasilan nasional. Secara nasional, hingga 3 Juni 2026, Bulog telah menyerap 3.008.626 ton gabah dan beras petani setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan tahun 2026 sebesar 4 juta ton.
Untuk memperkuat serapan, Bulog Sulteng terus memperluas jaringan kemitraan di sejumlah sentra produksi.
Fenomena El Niño bukan tombol on/off yang jika ditekan langsung mematikan hujan. Dampaknya berlangsung bertahap dan hujan ekstrem pada fase awal justru menjadi bagian dari masa transisi
Untuk menjaga stabilitas pasokan, Bulog Sulteng juga menyiapkan cadangan stok di gudang dalam jumlah besar. Dalam kondisi normal, tersedia sekitar 20 hingga 30 truk MinyaKita yang siap didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Program ini menjadi langkah kolaboratif untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim, terutama bagi kelompok rentan dan komunitas petani.
AMAN desak implementasi Putusan MK.35 untuk hentikan perampasan wilayah adat. Data 2025: 4 juta hektare dirampas, 162 warga korban kekerasan.
Jaringan Kolaboratif Transisi Energi Asia Tenggara (SETC), yang terdiri dari lembaga think tanks independen dan organisasi masyarakat sipil di kawasan, mengeluarkan pernyataan bersama pada 6 Mei 2026.