48 Tahun Kota Palu: Kota yang Tumbuh di Tengah Panas dan Kebutuhan Teduh
Pembangunan tentu menjadi bagian dari kebutuhan warga. Jalan, ruang publik, fasilitas ekonomi, dan permukiman terus dibutuhkan. Namun, kota juga memiliki batas ekologis.
Pembangunan tentu menjadi bagian dari kebutuhan warga. Jalan, ruang publik, fasilitas ekonomi, dan permukiman terus dibutuhkan. Namun, kota juga memiliki batas ekologis.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan proses pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat dapat dilakukan secara lebih terarah, partisipatif, serta didukung data sosial dan spasial yang memadai.
Aksi tersebut menjadi bagian dari kegiatan rutin Spalacipa untuk menjaga tutupan lahan sekaligus meningkatkan kepedulian anggota komunitas terhadap kawasan konservasi.
Sebagian anggota kelompok tani memilih menjual lahan, mencari kebun baru atau mengalihkan uang hasil penjualan untuk usaha lain.
Selain membantu menyediakan pupuk untuk kebun, pemanfaatan bahan organik menjadi kompos juga dapat mengurangi sampah sekaligus mendukung produksi pangan keluarga.
Tambak garam bukan semata tempat mencari penghasilan bagi Ebit. Di sana ada warisan turun-temurun yang harus dipertahankan.
Warga mulai memahami bahwa menghadapi bencana bukan hanya soal menerima bantuan setelah kejadian. Mengenali ancaman, memahami peringatan dini, menjaga lingkungan dan menyiapkan evakuasi juga menjadi bagian dari pengurangan risiko.
Keikutsertaan Sulawesi Tengah menjadi bagian dari upaya memperkenalkan capaian Program Result-Based Payment (RBP) Green Climate Fund (GCF) REDD+ sekaligus berbagi praktik baik pengelolaan hutan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.
Karena itu, mengenali karakter setiap ancaman menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan masyarakat.
Data PLN menunjukkan sekitar 51 persen bauran pasokan sistem Sulawesi Tengah berasal dari transfer sistem Sulbagsel. Sekitar separuh kapasitas transfer tersebut dipasok dari PLTA Poso.