DONGGALA, rindang.ID | Tinggal di kawasan pesisir Pantai Barat Donggala berarti hidup berdampingan dengan beragam ancaman bencana. Gempa bumi dan tsunami menjadi salah satu risiko utama, sementara cuaca ekstrem, hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi juga dapat mengganggu aktivitas serta keselamatan masyarakat.
Karena itu, mengenali karakter setiap ancaman menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan masyarakat.
Mengenali Ancaman dari Cuaca
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu, Mohamad Fathan, mengungkapkan, informasi meteorologi menjadi penting karena perubahan cuaca dapat berdampak langsung terhadap aktivitas di laut maupun daratan sekaligus untuk kesiapsiagaan.
“Informasi mengenai hujan ekstrem, angin kencang, dan kondisi gelombang dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah antisipasi,” Fathan menjelaskan.
BMKG juga menekankan pentingnya pemanfaatan data cuaca dalam kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap banjir rob, gelombang tinggi, dan hujan ekstrem.
Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya mengetahui bahwa cuaca akan buruk. Informasi tersebut perlu diterjemahkan menjadi keputusan: kapan aktivitas di laut perlu dihentikan, kapan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, dan kapan informasi perlu diteruskan kepada warga lainnya.
Gempa dan Tsunami
Ancaman lain yang perlu dipahami masyarakat pesisir Donggala adalah gempa bumi dan tsunami.
Wilayah Donggala dan kawasan sekitarnya berada dalam lingkungan tektonik aktif. Aktivitas tektonik yang besar seperti terjadi pada 28 September 2018 yang kemudian memicu peringatan potensi tsunami.
Nurhayati dari BMKG Stasiun Geofisika Palu mengingatkan karakter gempa bumi dan tsunami serta pentingnya kesiapsiagaan masyarakat pesisir.
Berbeda dengan ancaman hidrometeorologi yang dapat dipantau melalui perkembangan cuaca, gempa bumi terjadi tanpa dapat dipastikan waktu kejadiannya. Karena itu, masyarakat perlu memahami tindakan penyelamatan secara mandiri.
“Pengetahuan mengenai tanda-tanda bahaya, jalur evakuasi, titik aman, dan tindakan setelah merasakan gempa kuat menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan,” kata Nurhayati.



