Ketika Kemarau Membawa Warga ke Mata Air Bionga
Kini, ketika musim kering datang dan sebagian sumber air warga mulai menyusut, Bionga kembali menjadi tempat bergantung.
Kini, ketika musim kering datang dan sebagian sumber air warga mulai menyusut, Bionga kembali menjadi tempat bergantung.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan kolaborasi TNI dan Bulog dalam mendukung ketahanan pangan di daerah, dengan menghadirkan bahan pokok yang dapat diakses masyarakat selama pelaksanaan bazar.
Melalui kolaborasi antara petani, penggilingan, Bulog, dan pemerintah, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan sekaligus mendukung keberlanjutan produksi dan program swasembada pangan.
Warga bukan sekadar mendata nama sungai. Mereka mulai memetakan dari mana ancaman datang, bagian sungai mana yang perlu diawasi, tanda perubahan apa yang harus diperhatikan, dan ke mana informasi harus disampaikan ketika kondisi memburuk.
Amran mengatakan bantuan pangan yang disalurkan merupakan alokasi untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Dari sawah yang ada pada 2018, sekitar 3.007 hektare masih bertahan, sementara 1.275 hektare berubah menjadi tutupan lahan lain. Pada saat yang sama, terdapat 411 hektare lahan dari kelas lain yang berubah menjadi sawah baru.
Dari pasar di berbagai daerah, jajaran Bulog memantau harga, ketersediaan komoditas, distribusi serta pelaksanaan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Jika dilihat berdasarkan waktu, data memperlihatkan pola dua puncak kekeringan atau dual-peak.
Dalam penguatan kapasitas, pokja mendapat materi dari BMKG Meteorologi mengenai pemanfaatan informasi cuaca untuk mendukung kesiapsiagaan.
Adapun untuk alokasi di Kecamatan Tinombo, Banpang yang disalurkan sebanyak 156 ton untuk 5.206 penerima bantuan pangan (PBP), sedangkan secara keseluruhan di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 2.095 ton untuk 69.832 PBP.