Konvergensi Media dan Ancaman Oligarki: Pesan Keras Rukka di Rakernas AJMAN
“Tidak ada militerisasi yang separah saat ini dari MBG hingga Food Estate dan lainnya semua melibatkan Militer.” Sambung Rukka.
“Tidak ada militerisasi yang separah saat ini dari MBG hingga Food Estate dan lainnya semua melibatkan Militer.” Sambung Rukka.
Tradisi lisan, pengamatan terhadap alam, hingga penamaan wilayah terbukti menyimpan informasi krusial tentang ancaman bencana yang kerap luput dari pendekatan modern. Di tengah ancaman bencana di Sulawesi Tengah, pengetahuan lokal seperti itu terasa penting untuk diwariskan.
Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Sulawesi Tengah mempersiapkan Rencana Aksi 2026 untuk memperkuat pengelolaan ekosistem mangrove sekaligus mengantisipasi kekosongan kepengurusan menjelang berakhirnya masa berlaku Surat Keputusan pada Oktober 2026.
Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN) Provinsi Sulawesi Tengah resmi terbentuk melalui Pertemuan Daerah (Perda) I yang diselenggarakan di Kota Palu, Kamis (23/04/2026).
Pendanaan ini akan mempercepat krisis iklim, kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, serta memperburuk penderitaan hewan dan masyarakat adat. Aksi dilakukan dengan menampilkan instalasi hewan ternak yang terdampak.
Menjelang Hari Nelayan Nasional 6 April 2026, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menggelar peringatan dengan tema perjuangan nelayan tradisional terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan.
Perempuan dan anak perempuan menanggung beban terbesar dari krisis air global, namun tetap tersisih dari pengambilan keputusan di sektor ini.
Warga pun dengan bangga memperlihatkan permukiman mereka yang pada 2021 lalu meraih penghargaan internasional dalam ajang World Habitat Awards.
Di desa terpencil di Kepulauan Togean itu, sekelompok ibu rumah tangga meracik perubahan melalui kosmetik alami berbasis sumber daya lokal.
Program ini bertumpu pada tiga fokus utama: pendidikan, lingkungan, dan sosial. Pada sektor pendidikan, Ranjuri dan Himapro mendorong terwujudnya sistem pembelajaran yang inklusif, merata, dan berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi, gender, maupun letak geografis.