Sinergi Bulog–Penyuluh Pertanian di Sulteng Diharap Jadi Penyangga Harga Petani
Dengan memperkuat koordinasi bersama penyuluh pertanian, Bulog berharap dapat mempercepat serapan sekaligus menjaga harga tetap berpihak pada petani.
Dengan memperkuat koordinasi bersama penyuluh pertanian, Bulog berharap dapat mempercepat serapan sekaligus menjaga harga tetap berpihak pada petani.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Bulog Sulteng juga telah melakukan penyerapan beras di beberapa wilayah, meski volumenya masih terbatas.
Pimwil Jusri juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan secara bijak. “Jangan panic buying agar distribusi pangan tersebar secara merata,” tegasnya.
Selain beras, Bulog Sulawesi Tengah juga menaikkan signifikan target penyerapan komoditas jagung. Jika pada tahun lalu Bulog hanya mampu menyerap sekitar 200 ton, maka pada tahun ini target dinaikkan menjadi 3.000 ton.
Bulog Sulteng telah menyediakan stok beras kurang lebih sebanyak 21 ribu ton. Selain menggelontorkan untuk bantuan pangan, beras ini nantinya juga disiapkan menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Sidak pasar menyasar dua pusat perdagangan utama di Kota Palu, yakni Pasar Manonda dan Pasar Masomba. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap langkah ini dapat menjaga daya beli masyarakat serta mencegah lonjakan harga yang berlebihan selama periode perayaan akhir tahun.
Bantuan pangan tersebut dialokasikan kepada 2.224 penerima manfaat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial (Kemensos).
Langkah ini bertujuan memastikan stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako) sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta menjamin ketersediaan stok pangan nasional.
Instruksi untuk memperluas serapan beras lokal juga datang dari pemerintah pusat. Bulog diperintahkan agar tetap membuka pembelian, baik pada musim panen maupun di luar musim panen, sehingga petani di seluruh wilayah Sulawesi Tengah memiliki kepastian pasar.
Ketersediaan beras tersebut juga berpeluang bertambah karena masih ada panen di beberapa daerah di Sulawesi Tengah. Dengan kondisi ini, Bulog memastikan kebutuhan masyarakat tetap terlindungi.