Bantuan Pangan Alokasi Oktober-November untuk Sulteng Dimulai
Total distribusi mencapai 4.665 ton beras dan 933 ribu liter minyak goreng yang akan disalurkan secara bertahap melalui jaringan Bulog dan pemerintah daerah.
Total distribusi mencapai 4.665 ton beras dan 933 ribu liter minyak goreng yang akan disalurkan secara bertahap melalui jaringan Bulog dan pemerintah daerah.
Harga beras di sejumlah pasar tradisional terpantau turun setelah langkah masif ini digencarkan oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah bersama pemerintah daerah.
Ajakan tersebut ditujukan agar distribusi beras SPHP semakin merata di wilayah Sulteng serta mampu memperkuat upaya menekan harga beras premium yang masih relatif tinggi di pasaran.
Dengan tambahan pasokan ini, Bulog berharap harga beras di pasaran tetap terkendali, sekaligus menjamin program bantuan pangan berjalan lancar.
Tak hanya kuantitas, Jusri menekankan bahwa pihaknya juga menetapkan standar kualitas untuk jagung yang bisa dibeli Bulog dari petani.
Bulog Sulteng menyalurkan total 2.865 ton beras untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat. Bantuan ini, kata Jusri, merupakan bagian dari program pemerintah sekaligus stimulus ekonomi tahun 2025.
Selain harganya yang lebih rendah dibandingkan harga pasaran, kualitas beras SPHP juga terjamin karena melalui proses standar Bulog sebelum disalurkan.
Data Bulog Sulawesi Tengah menunjukan bahwa hingga 31 Juli 2025 realisasi penyaluran SPHP mencapai 266,600 ton atau 27,23 persen dari target Juli sebesar 979,22 ton. Angka tersebut baru sekitar 2,03 persen dari total target hingga Desember.
Bulog memastikan penyaluran beras SPHP akan terus dilakukan hingga Desember 2025, seiring dengan penyerapan gabah hasil panen petani lokal. Dengan demikian, stabilitas harga beras di tingkat konsumen dapat terjaga, sementara petani tetap mendapat kepastian pasar atas hasil panennya.
Kegiatan ini disambut antusias masyarakat Kota Palu yang datang untuk mendapatkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga terjangkau.