Hayati

Hayati, Inspirasi, Utama

Gubernur Sulteng Minta Pemda Lindungi Lingkungan dengan Berani Ketimbang Investasi

Gubernur juga mengingatkan agar alasan investasi tidak menjadi dalih yang berujung pada kerusakan sumber daya alam. Industri ekstraktif kata dia, bisa datang dan pergi, tetapi masyarakat tetap hidup di wilayah itu. Karena itu, kelestarian lingkungan harus lebih diutamakan daripada sekadar mengejar keuntungan.

, , , ,
Hayati, Ngopi-ni, Serampai, Utama

Bertemu Taktarau Iblis: Burung Endemik Sulawesi, Penjaga Senyap Lore Lindu

Taktarau Iblis tidak hanya hidup dalam narasi ekologi, tetapi juga dalam kebudayaan dan ekonomi lokal. Di Taman Nasional Lore Lindu, para pengamat burung dari berbagai negara rela menempuh perjalanan jauh demi sekilas melihatnya.

, , , , , , , ,
Hayati, Serampai, Utama

Lebih dari 425 Ribu Hektare Hutan di Sulteng Hilang dalam Sembilan Tahun

Antara tahun 2000 hingga 2022, lebih dari 36.000 hektare hutan telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Sementara itu, tambang mengambil peran besar dengan 6.630 hektare hutan yang berubah menjadi lahan tambang, dan 649 izin pertambangan yang diterbitkan dari 2011 hingga 2024 mencakup area seluas 347.622,66 hektare.

, , , , ,
Hayati, Inspirasi, Utama

Menata Ruang, Menjaga Alam: AHY Serukan Evaluasi Tata Ruang Berkelanjutan

Peringatan AHY muncul di tengah banyaknya sorotan publik terhadap pembangunan yang mengabaikan fungsi ekologis wilayah. Dalam praktiknya, banyak daerah hulu dan sempadan sungai yang telah berubah fungsi dari ruang terbuka hijau menjadi kawasan pemukiman atau pertambangan.

, , , , , , , ,
Hayati, Inspirasi, Utama

Sertifikasi Kebun di Sigi: Strategi Menjaga Hutan dan Menjawab Tantangan Pasar Eropa

STDB diklaim memiliki nilai strategis dalam konteks perdagangan global. Regulasi terbaru dari Uni Eropa mengharuskan produk pertanian yang diimpor ke wilayah mereka harus bersifat “deforestation-free”, atau tidak berasal dari lahan yang mengakibatkan deforestasi.

, , , , ,
Direktur ROA SUlteng, Movhammad Subarkah menunjukkan pohon mahoni sebelum ditanam di sekitar situs megalit Pokokea, Desa Hanggira, Poso, Jumat (27/6/2025). (Foto: Odi)
Hayati, Inspirasi, Komunitas, Utama

Dari Ilalang Menuju Teduh Hijau di Situs Megalit Pokekea

POSO, rindang.ID | Di tengah gema Festival Tampo Lore yang baru saja dibuka, sebuah pemandangan berbeda terukir di Situs Megalit Pokekea, Kabupaten Poso. Bukan hanya alunan musik atau tari-tarian tradisional, melainkan deretan bibit pohon mahoni yang mulai menancap di tanah, menjanjikan keteduhan di masa depan.

, , ,
Scroll to Top