Ketika Hutan Ranjuri Menjadi Ruang Belajar Anak Usia Dini
Hutan Ranjuri bukan hanya menjadi lokasi outing class anak-anak, melainkan mengenal alam sebagai tempat mereka hidup, menumbuhkan kepedulian, dan rasa menjaga.
Hutan Ranjuri bukan hanya menjadi lokasi outing class anak-anak, melainkan mengenal alam sebagai tempat mereka hidup, menumbuhkan kepedulian, dan rasa menjaga.
Berdasarkan parameter Fine Fuel Moisture Code (FFMC), sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah diperkirakan mengalami peningkatan tingkat kemudahan terbakar dari kategori mudah menjadi sangat mudah terbakar.
Di Desa Beka, konsep tersebut telah dipraktikkan masyarakat jauh sebelum istilah mitigasi berbasis lanskap dikenal luas. Hutan Ranjuri dipertahankan sebagai kawasan penyangga alami yang menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar desa.
Selain menjadi syarat pendanaan, FPIC juga dinilai mampu meminimalkan konflik tenurial yang kerap muncul dalam pelaksanaan program kehutanan maupun pembangunan berbasis lahan.
Berbeda dengan pola pembagian lahan pada umumnya, redistribusi di Desa Bunga menerapkan skema komunal, di mana lahan dikelola secara bersama untuk kepentingan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Menariknya, selama ratusan tahun perlindungan terhadap Hutan Ranjuri tidak bergantung pada papan larangan ataupun peraturan desa. Yang menjaga hutan justru kesadaran kolektif masyarakat.
GEDSI menjadi instrumen penting dalam menganalisis berbagai tantangan maupun peluang pengelolaan hutan dan lahan di Sulawesi Tengah.
Dalam beberapa tahun terakhir, wajah kejahatan kehutanan semakin rumit dengan melibatkan pertambangan emas tanpa izin (PETI), perambahan kawasan, perdagangan satwa liar, hingga praktik pemalsuan dokumen dan dugaan pencucian uang.
Menjaga hutan seluas lebih dari 4,2 juta hektare di Sulawesi Tengah tidak mungkin hanya dibebankan kepada satu lembaga. Kompleksitas ancaman membuat perlindungan hutan membutuhkan kerja bersama berbagai pihak.
Pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman dasar mengenai gas rumah kaca, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam sistem pengelolaan emisi modern.