Aktivitas berkeliling Hutan Ranjuri yang dilakukan anak-anak PAUD KB AN-NAHL, Kamis (6/8/2026). (Foto: Komunitas Ranjuri).

Ketika Hutan Ranjuri Menjadi Ruang Belajar Anak Usia Dini

SIGI, rindang.ID | Hutan yang asri nyatanya bisa menjadi ruang belajar yang berkesan bagi anak-anak.

Seperti yang dilakukan anak-anak PAUD KB AN-NAHL. Mereka menjadikan kawasan Hutan Ranjuri di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, menjadi ruang belajar untuk mengenal alam sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mengenali risiko bencana.

Pembelajaran itu dilakukan melalui kegiatan Outing Class Edukasi dan Nature Walk bertema “Bencana”, Kamis (6/8/2026). Kegiatan melibatkan 50 peserta didik dan 13 guru pendamping, dengan didampingi Komunitas Ranah Juang Lestari (Ranjuri), komunitas lokal yang selama ini melakukan kegiatan pelestarian dan edukasi lingkungan di kawasan tersebut.

Pemilihan Hutan Ranjuri sebagai lokasi pembelajaran tidak terlepas dari sejarah kebencanaan Desa Beka dan Hutan Ranjuri yahh jadi pelindungnya. Wilayah tersebut pernah terdampak gempa bumi dan likuefaksi pada 2018, kemudian kembali menghadapi banjir bandang pada 2021.

Pengalaman bencana tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Anak-anak diperkenalkan bahwa lingkungan di sekitar mereka memiliki hubungan erat dengan kehidupan manusia, termasuk dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai lingkungan, keanekaragaman hayati, fungsi hutan, sumber air, serta hubungan manusia dengan alam. Peserta diperkenalkan pada berbagai jenis tumbuhan dan pepohonan yang mereka temui di kawasan hutan.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan Nature Walk. Anak-anak menyusuri jalur yang telah ditentukan sambil mengamati berbagai unsur alam, mulai dari pepohonan, tumbuhan bawah, serangga, suara burung, kondisi tanah hingga tanda-tanda keberadaan satwa.

Mereka juga diajak mengenali jejak lingkungan yang berkaitan dengan bencana banjir 2021. Dengan pendekatan sederhana dan interaktif, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengenalkan konsep risiko bencana sejak dini tanpa menjadikan bencana sebagai sesuatu yang menakutkan.

Hutan Ranjuri sendiri memiliki luas sekitar 9 hektare. Kawasan ini dikenal memiliki sejumlah pohon khas, termasuk pohon kaili yang menjadi bagian dari kekayaan vegetasi lokal. Keberadaan pepohonan tersebut menjadi pintu masuk bagi anak-anak untuk memahami fungsi hutan sebagai bagian penting dari ekosistem.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya menerima penjelasan di dalam kelas. Mereka diajak melihat, mengamati, menyentuh, dan mendengarkan langsung lingkungan di sekitarnya.

Pembelajaran langsung di alam memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas. Anak-anak dapat belajar melalui pengamatan dan pengalaman sehingga konsep tentang lingkungan menjadi lebih mudah dipahami.

Mengenalkan fungsi pohon, hutan, air, tanah dan keanekaragaman hayati sejak usia dini merupakan bagian dari membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Hutan Ranjuri bukan hanya menjadi lokasi outing class anak-anak, melainkan mengenal alam sebagai tempat mereka hidup, menumbuhkan kepedulian, dan rasa menjaga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top