Tinjau Sentra Produksi Petani, Cara Bulog Sulteng Optimalkan Serapan Beras dan Gabah
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Bulog Sulteng juga telah melakukan penyerapan beras di beberapa wilayah, meski volumenya masih terbatas.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Bulog Sulteng juga telah melakukan penyerapan beras di beberapa wilayah, meski volumenya masih terbatas.
Sidak pasar menyasar dua pusat perdagangan utama di Kota Palu, yakni Pasar Manonda dan Pasar Masomba. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap langkah ini dapat menjaga daya beli masyarakat serta mencegah lonjakan harga yang berlebihan selama periode perayaan akhir tahun.
Jusri menyampaikan, ke depan Bulog akan mendorong pedagang yang ingin menjual beras SPHP agar terdaftar secara resmi. Salah satu mekanismenya adalah dengan mengambil beras secara langsung ke Bulog sesuai prosedur yang berlaku.
Bantuan pangan tersebut dialokasikan kepada 2.224 penerima manfaat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial (Kemensos).
Langkah ini bertujuan memastikan stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako) sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta menjamin ketersediaan stok pangan nasional.
Menurut Jusri, stok beras yang melimpah ini merupakan hasil dari strategi distribusi dan pengadaan yang dirancang untuk mengantisipasi fluktuasi harga menjelang akhir tahun serta menjaga stabilitas pasokan di seluruh kabupaten dan kota.
Ia menegaskan, Bulog hanya dapat menyerap beras sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan ketentuan mutu yang telah ditetapkan pemerintah.
Program yang dinamai Green Campus ini diluncurkan dengan menggandeng mitra Bank Sampah yakni Bank Plastik Talise, dan ditargetkan berjalan selama enam bulan ke depan.
Dengan inisiatif ini diharapkan petani lebih berdaya dan sejahtera dengan mata pencaharian berkelanjutan.
Harga beras di sejumlah pasar tradisional terpantau turun setelah langkah masif ini digencarkan oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah bersama pemerintah daerah.