Karhutla yang terjadi di Kecamatan Parigi Utara, Parigi Moutong. (Foto: BPBD Sulteng)

Karhutla Landa 7 Kecamatan di Parigi Moutong, Ulah Manusia Jadi Salah Satu Pemicu

PARIGI MOUTONG, rindang.ID | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Sejak Minggu (31/1/2026), api muncul di sejumlah wilayah dan hingga Selasa (3/2/2026) belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat sedikitnya terdapat 17 titik api yang tersebar di tujuh kecamatan. Total luasan lahan terdampak mencapai 21 hektare, sebagian berada di kawasan perbukitan dan sulit dijangkau.

Salah satu titik yang kini menjadi fokus penanganan berada di Kecamatan Parigi Utara, tepatnya di kawasan pegunungan Desa Avolua. Kebakaran di wilayah ini hingga Selasa masih berlangsung. Asap karhutla bahkan dilaporkan mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas di jalur Trans Sulawesi, meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menyebut penanganan karhutla di Parigi Moutong menghadapi berbagai tantangan di lapangan, terutama minimnya jumlah mobil tangki air. Selain itu, akses menuju titik api tergolong sulit.

“Banyak lokasi kebakaran berjarak sekitar 3 hingga 5 kilometer dari desa terdekat, bahkan berada di wilayah berketinggian. Ini menyulitkan pergerakan personel dan peralatan,” kata Asbudianto.

Karhutla yang terjadi di Parigi Moutong menurut BPBD, juga terjadi lantaran ulah manusia, yakni aktivitas pembakaran lahan untuk perkebunan yang kemudian meluas tak terkendali.

Meski status darurat karhutla belum ditetapkan, upaya penanganan terus dilakukan. BPBD bersama instansi terkait melakukan asesmen, menyiagakan alat berat, serta memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mencegah meluasnya kebakaran dan dampak ekologis yang lebih besar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top