PARIGI MOUTONG, rindang.ID | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, hingga kini belum sepenuhnya terkendali. Bahkan, laporan terbaru menyebutkan munculnya titik api baru di desa tetangga.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, hingga Rabu (4/2/2026), luas lahan yang terdampak karhutla di Desa Avolua telah mencapai 128 hektare. Desa tersebut menjadi wilayah dengan dampak terparah dibandingkan desa-desa lain di 17 kecamatan yang terdampak kebakaran.
Rincian luasan lahan yang terbakar di Desa Avolua meliputi Dusun 1 seluas 29 hektare, serta Dusun 2 dan Dusun 3 dengan total luasan 99 hektare.
Api dengan cepat menyebar akibat cuaca panas dan hembusan angin yang cukup kencang. Kondisi ini membuat upaya pengendalian kebakaran menjadi semakin sulit.
Laporan terbaru pada Kamis (5/2/2026) menyebut munculnya titik api baru di Desa Uevolo, yang berbatasan langsung dengan Desa Avolua. Kemunculan titik api tersebut menambah kekhawatiran akan meluasnya dampak karhutla ke wilayah lain.
Dalam proses pemadaman, petugas gabungan menghadapi berbagai kendala, terutama faktor cuaca ekstrem dan angin yang mempercepat penyebaran api. Situasi tersebut menyebabkan titik api mudah muncul kembali meskipun telah dilakukan upaya pemadaman.
BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan, serta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memperparah kondisi karhutla.



