Saat Anak Muda Membayangkan Palu Hijau dan Berkelanjutan di Local Youth Forum 2025
Puluhan anak muda, mayoritas Generasi Z, berkumpul, bukan sekadar bersua, tetapi membicarakan masa depan kota yang mereka tinggali.
Puluhan anak muda, mayoritas Generasi Z, berkumpul, bukan sekadar bersua, tetapi membicarakan masa depan kota yang mereka tinggali.
Di SMP Negeri 9 Palu, momen penerimaan rapor kali ini terasa berbeda. Melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), para ayah diajak terlibat langsung dalam proses pendidikan anak.
TPA Kawatuna yang sebelumnya dikenal sebagai TPA Poi Panda di Kelurahan Kawatuna, perlahan meninggalkan citra buruk tempat pembuangan sampah. Dulu identik dengan bau menyengat, tumpukan sampah semrawut, lalat, hingga kebakaran, kini kawasan tersebut sedang menuju pengelolaan yang lebih manusiawi dan ramah lingkungan.
Namun, kisah banjir Sungai Palu jauh lebih tua dari ingatan generasi hari ini. Jejaknya bahkan tercatat sejak zaman kolonial Belanda.
Program Adiwiyata sendiri merupakan kebijakan nasional di bidang pendidikan lingkungan hidup yang bertujuan mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Di tengah udara yang kering dan terik, pertanyaan besar muncul, ke mana arah kota ini akan bertumbuh; semakin panas, atau semakin hijau?
Membangun resiliensi Kota Palu tak hanya soal memperkuat infrastruktur atau menata kembali ruang kota. Lebih dari itu, ketangguhan juga tumbuh dari bagaimana warga, terutama generasi muda menjadi bagian dari perubahan; berani bersuara, menulis, dan merekam kisah mereka sendiri.
Kota Palu kini menghadapi dua ancaman lingkungan yang saling terkait. Dalam setahun terakhir, kualitas tutupan lahan turun drastis, sementara tren kenaikan suhu terus terjadi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa ruang hijau bukan lagi pelengkap kota, melainkan penentu masa depan ekologisnya.
Hingga tahun 2023 tercatat terdapat empat daerah di Sulawesi Tengah yang pernah mengalami rekor kenaikan suhu. Perubahan iklim yang menuju krisis, nyata.
Pengukuran kualitas udara yang dilakukan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri pada Sabtu (11/10/2025) mencatat, kadar PM10 sebesar 65 µg/m³ atau dalam kategori “Sedang”, sedangkan nilai PM2.5 tercatat mencapai 67 µg/m³ atau masuk kategori “Tidak Sehat”.