Udara Kota Palu Kembali Memburuk, PM2.5 Capai 206 Mikrogram
Lonjakan partikulat tersebut menjadi perhatian karena PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Lonjakan partikulat tersebut menjadi perhatian karena PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Pilihan Sigi menjadi relevan ketika ekspansi industri ekstraktif di Sulawesi menghadapi persoalan daya dukung lingkungan seperti temuan terbaru CELIOS.
Delapan tahun setelah gempa dan tsunami melanda Palu pada 2018, sebagian warga Kelurahan Mamboro masih menyimpan cerita tentang bagaimana mereka membangun kembali kehidupan. Bukan dari bantuan besar, melainkan dari kebiasaan sederhana: menabung bersama.
Pembangunan tentu menjadi bagian dari kebutuhan warga. Jalan, ruang publik, fasilitas ekonomi, dan permukiman terus dibutuhkan. Namun, kota juga memiliki batas ekologis.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan proses pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat dapat dilakukan secara lebih terarah, partisipatif, serta didukung data sosial dan spasial yang memadai.
Aksi tersebut menjadi bagian dari kegiatan rutin Spalacipa untuk menjaga tutupan lahan sekaligus meningkatkan kepedulian anggota komunitas terhadap kawasan konservasi.
Kini, ketika musim kering datang dan sebagian sumber air warga mulai menyusut, Bionga kembali menjadi tempat bergantung.
Sebagian anggota kelompok tani memilih menjual lahan, mencari kebun baru atau mengalihkan uang hasil penjualan untuk usaha lain.
Warga bukan sekadar mendata nama sungai. Mereka mulai memetakan dari mana ancaman datang, bagian sungai mana yang perlu diawasi, tanda perubahan apa yang harus diperhatikan, dan ke mana informasi harus disampaikan ketika kondisi memburuk.
Selain membantu menyediakan pupuk untuk kebun, pemanfaatan bahan organik menjadi kompos juga dapat mengurangi sampah sekaligus mendukung produksi pangan keluarga.