Pimwil Bulog Sulteng, Jusri. (Foto: rindang.ID)

Penyaluran SPHP Jagung Bulog Sulteng Tembus 420 Ton

PALU, rindang.ID | Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah terus menunjukkan perkembangan positif.

Hingga akhir Juli 2026, volume penyaluran telah mencapai lebih dari 420 ton, melampaui capaian tahun sebelumnya.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, mengatakan realisasi penyaluran saat ini meningkat tajam dibandingkan awal pelaksanaan yang masih berada di kisaran 100 ton. Bahkan, angka tersebut telah melampaui total penyaluran pada tahun lalu yang berkisar 400–500 ton.

“Penyaluran jagung terus kami percepat karena kebutuhan peternak cukup tinggi. Sampai saat ini sudah lebih dari 420 ton yang tersalurkan dan ini sudah melampaui capaian tahun lalu,” kata Jusri.

Menurutnya, percepatan penyaluran dilakukan sebagai respons terhadap keluhan para peternak yang menghadapi tingginya harga jagung di pasaran. Kondisi tersebut semakin berat karena pada saat yang sama harga telur mengalami penurunan sehingga menekan keuntungan usaha peternakan.

Dalam program SPHP Jagung, Bulog menjual jagung dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang. Sementara bagi peternak yang memperoleh jagung melalui asosiasi, harga menjadi Rp5.500 per kilogram karena telah mencakup biaya operasional dan pengantaran hingga ke lokasi peternak.

Jusri menjelaskan, penyaluran dilakukan menggunakan sistem by name by address, sehingga penerima merupakan peternak yang telah terdata dan tervalidasi.

“Data penerima berasal dari pemerintah pusat berdasarkan usulan Dinas Peternakan di kabupaten maupun provinsi. Jadi penyaluran dilakukan kepada peternak yang memang sudah terdaftar,” ujarnya.

Ia menambahkan, peternak yang ingin memperoleh jagung bersubsidi harus dipastikan telah masuk dalam pendataan yang diajukan oleh dinas peternakan setempat. Setelah datanya disetujui, peternak dapat membeli langsung di gudang Bulog atau melalui asosiasi peternak.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top