PALU, rindang.ID | Kejadian bencana di Sulawesi Tengah sepanjang tahun 2024 naik signifikan dibanding tahun 2023.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat sepanjang tahun 2024 terjadi 196 kejadian bencana, sementara pada tahun 2023 sebanyak 111 kejadian bencana.
Persentase peningkatan jumlah bencana ini mencapai 75 persen. Kejadian bencana ini didominasi oleh bencana hidrometeorologi atau banjir.
“Bencana yang dominan terjadi yakni banjir sebanyak 147 kejadian sepanjang 2024,” kata Andi Sembiring, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Rabu (8/1/2025).
Selain banjir, bencana lain yakni tanah longsor tercatat sebanyak 12 kejadian, puting beliung 11 kejadian, banjir dan tanah longsor 9 kejadian, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 5 kejadian, gempa bumi 4 kejadian, abrasi 3 kejadian, banjir bandang 2 kejadian, banjir ROB 2 kejadian, dan kekeringan 1 kejadian.
Akibat bencana-bencana ini, tercatat 4 jiwa meninggal dunia, 2 jiwa terluka, 29.751 jiwa terdampak, dan 1.589 jiwa mengungsi.
Kabupaten Parigi Moutong menjadi daerah di Sulteng yang paling banyak mengalami bencana yakni 39 kejadian. Disusul Banggai dengan 24 kejadian, dan Poso dengan 20 kejadian.
Pendangkalan sungai, kurangnya tanggul, dan kondisi geografis yang rentan menjadi faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya bencana, khususnya banjir.



