Author name: bmz

photojournalist, based in Palu, Central Sulawesi

Talkshow III Green Press Community (GPC) 2026 yang bertajuk "Konservasi Laut Berbasis Komunitas dan Masyarakat Adat" di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, Sabtu (7/2/2026). (©GPC2026)
Komunitas, Serampai, Utama

Konservasi Laut Berbasis Komunitas Dinilai Lebih Efektif dari Model Konvensional

Pakar konservasi dan aktivis lingkungan menegaskan bahwa model konservasi konvensional yang diterapkan pemerintah telah gagal menjawab tantangan kerusakan ekosistem laut Indonesia. Mereka menilai keterlibatan masyarakat adat dan komunitas lokal kini menjadi solusi utama dalam menjaga kelestarian alam.

, , , , ,
Warga memancing di dekat tumpukan sampah di pesisir Teluk Palu, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (20/1/2026). (©rindang.ID/bmz)
Hayati, Serampai, Utama

Muara Sungai Palu: Ketika Sampah Mengubur Mimpi Pariwisata

Sore itu, beberapa pemancing duduk santai di atas tanggul batu gajah, melempar kailnya ke arah teluk. Di belakangnya, tumpukan sampah plastik berwarna-warni memenuhi celah-celah bebatuan besar. Botol minuman, styrofoam bekas wadah makanan, hingga potongan kayu berserakan tanpa tersisa ruang kosong. Pemandangan ini bukan lagi hal asing di muara Sungai Palu, dekat oprit bekas Jembatan Palu IV, yang kini menjadi saksi bisu persoalan lingkungan yang terus menggunung.

, , , , , ,
Ilustrasi banjir di Desa Salua, Sigi, Sulawesi Tengah. (©rindang.id/bmz)
Komunitas, Serampai

Ketika Banjir Makin Sering, Orang Muda Indonesia Menolak Solusi Palsu Krisis Iklim

Air bah yang menembus dinding rumah, jalan desa yang lenyap tersapu longsor, dan bangunan yang hancur dihantam banjir deras adalah kenyataan baru bagi warga di berbagai pelosok. Ribuan keluarga hidup dengan kecemasan yang sama: bagaimana jika suatu hari tanah yang selama ini menopang hidup mereka tidak lagi ada?

, ,
Deklarasi Aliansi Pegiat Lingkungan Hidup (AHLI) Sulawesi Tengah sebagai wadah bersama dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.. (©AHLI Sulteng)
Inspirasi, Komunitas, Utama

Deklarasi AHLI Sulteng: Dari Keprihatinan Bersama Menuju Gerakan Kolektif Keadilan Ekologis

Di tengah hiruk pikuk pembangunan yang terus bergulir di Sulawesi Tengah, sekelompok pegiat lingkungan hidup memilih untuk berdiri bersama. Mereka mendeklarasikan Aliansi Pegiat Lingkungan Hidup (AHLI) Sulawesi Tengah, sebuah wadah kolaborasi yang lahir dari keprihatinan mendalam akan nasib alam dan masyarakat yang kian terancam.

, , ,
Nur Indah Fitriani Sofyan menggunakan papan tulis portabel dari MR.D.I.Y. untuk mengajar murid-muridnya. (©MR DIY)
Inspirasi, Serampai

Perayaan Hari Guru Nasional 2025: MR. DIY dan Indonesia Mengajar Hadirkan “Guru Berdaya”

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, MR. DIY Indonesia menggandeng Indonesia Mengajar untuk mengapresiasi dedikasi para pendidik di seluruh Nusantara. Program bertajuk “Guru Berdaya: Kolaborasi untuk Pendidikan” ini menghadirkan platform bagi para guru untuk berbagi kisah, belajar metode inovatif, dan merajut kembali semangat kolaboratif dalam ekosistem pendidikan Indonesia.

, , ,
Parade perahu memperingati 16HAKtP di Dukuh Tambakpolo, Desa Purworejo, Kabupaten Demak, Minggu (30/11/2025). (©KIARA)
Komunitas, Serampai, Utama

KIARA: 199 Daerah Pesisir Indonesia Terancam Banjir Rob pada 2050

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) memperingatkan bahwa 199 kabupaten/kota pesisir di Indonesia akan mengalami banjir rob pada tahun 2050. Dari 81.616 desa yang tersebar di Indonesia, terdapat 12.510 desa pesisir yang memiliki potensi besar mengalami banjir rob dan harus hidup dalam ancaman.

, , ,
Foto bersama usai menanam pohon di Rahura, Jumat (28/11/2025). (©ROA Sulteng)
Inspirasi, Komunitas, Utama

Menanam Harapan di Empat Lokasi: Saat 1.300 Pohon Jadi Investasi Masa Depan Sulteng

Jumat (28/11/2025) pagi di empat titik berbeda di Sulawesi Tengah serentak bergerak dengan semangat yang sama: menanam pohon. Dari Tahura Kapopo yang hijau, pesisir Oncone Raya Parigi yang berbatasan langsung dengan laut, hingga Poboya dan Kawatuna di Kota Palu—warga sibuk menggali tanah, menyiram air, dan menanam bibit demi bibit harapan.

, , ,
Scroll to Top