PALU, rindang.ID | PT Citra Palu Minerals (CPM) menggelar pelatihan pembuatan ekoenzim dan akuaponik bagi masyarakat Kelurahan Talise, Kota Palu, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di wilayah lingkar tambang tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Pelatihan menyasar warga, terutama kelompok ibu-ibu PKK, agar mampu memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan rumah untuk menghasilkan sayuran dan ikan secara mandiri. Selain itu, peserta juga diajarkan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi ekoenzim yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
“Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar perusahaan pertambangan melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan pelestarian lingkungan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga,” kata Mikha Umar, Environmental Superintendent PT CPM.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan pada sistem hidroponik dan akuaponik, yakni metode budidaya tanaman yang memanfaatkan air sebagai media tanam. Pada sistem akuaponik, limbah dari budidaya ikan lele dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman sehingga masyarakat dapat memperoleh dua hasil sekaligus, yakni sayuran dan ikan konsumsi.
Sementara itu, pelatihan ekoenzim memberikan keterampilan kepada warga untuk mengolah sisa makanan dan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk alami. Selain ramah lingkungan, penggunaan ekoenzim diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya semakin mahal.
Program ini juga dirancang untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang sempit melalui sistem hidroponik dan akuaponik, warga diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan sayuran secara mandiri sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Sebelum diterapkan kepada warga, teknologi ekoenzim maupun hidroponik telah lebih dahulu diuji coba oleh tim internal perusahaan dan menunjukkan hasil yang baik sehingga dinilai layak diterapkan di lingkungan masyarakat.
Pelatihan tersebut juga diselaraskan dengan program Palu Mapan yang dijalankan Dinas Pertanian Kota Palu. Melalui sinergi tersebut, bibit tanaman yang telah dibagikan pemerintah dapat dipelihara menggunakan pupuk organik hasil pembuatan ekoenzim sehingga manfaat program menjadi lebih optimal.
CPM memastikan program ini akan berlanjut melalui pendampingan rutin oleh tim Corporate Social Responsibility (CSR). Perusahaan berencana menghadirkan tenaga ahli secara berkala untuk mendampingi kelompok-kelompok masyarakat yang telah dibentuk, sekaligus memantau penerapan ekoenzim, hidroponik, dan akuaponik di tingkat rumah tangga.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu memastikan masyarakat dapat mengembangkan sistem budidaya secara mandiri sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi keluarga di wilayah lingkar tambang.
Warga menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ketua PKK Talise, Santi, mengatakan pihak kelurahan mengapresiasi inisiatif CPM yang menghadirkan pelatihan berbasis lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, warga RT 7 antusias mengikuti kegiatan karena sejalan dengan semangat gotong royong yang selama ini telah dibangun masyarakat. Pelatihan ini juga menjadi momentum baru untuk menghidupkan kembali kegiatan bercocok tanam setelah sebelumnya sejumlah lahan terdampak cuaca panas ekstrem.
Ia menilai pelatihan ekoenzim sangat bermanfaat karena mampu membantu warga mengurangi biaya produksi pertanian.
‘Pupuk organik yang dihasilkan dari limbah rumah tangga nanti bisa langsung dimanfaatkan untuk merawat bibit tanaman bantuan pemerintah melalui program Palu Mapan,” Santi mengatakan.
Warga pun berharap CPM dapat terus melanjutkan pendampingan dan memperluas pelatihan serupa ke wilayah lain di Kelurahan Talise agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Edukasi pengelolaan sampah organik, pemanfaatan lahan sempit, serta pendampingan berkelanjutan diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.



